Beranda Akses Penyerangan Siswa SMK di Kota Jambi, Polisi: Ada Miskomunikasi

Penyerangan Siswa SMK di Kota Jambi, Polisi: Ada Miskomunikasi

JAMBI, AksesNews – Pelajar SMK Negeri 3 Kota Jambi menyerang pelajar SMA Negeri 12 Kota Jambi yang sedang melaksanakan ujian semester, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (24/03/2022). Penyerangan ini mengakibatkan 17 orang terluka.

Kepala SMAN 12 Kota Jambi, Syaipudin mengatakan, bahwa saat itu para pelajar yang sedang melaksanakan ujian, tiba-tiba diserang.

“Siswa dari SMK ini langsung menyerang, dan masuk ke dalam kelas. Langsung menganiaya siswa kita,” sebutnya.

Akibatnya, sebanyak 17 orang mengalami luka-luka dan 13 orang di antaranya merupakan pelajar, selebihnya merupakan para guru.

“Ada seorang siswa kita yang harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara dan harus dirawat inap,” kata Syaipudin.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab dan tujuan penyerangan ini. Dari informasi yang didapatkannya, ada 2 orang pelajar yang membawa senjata tajam.

“Saya tidak tahu apakah mereka datang kesini membawa senjata tajam atau tidak. Tapi, petugas saya melihat ada 2 orang yang membawa senjata tajam jenis celurit,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Kota Jambi, Edri Penta mengatakan penyerangan ini sebelumnya tidak diketahui. Ia langsung memanggil beberapa pelajar SMK yang dipimpinnya.

“Kita panggil anak-anak kita, agar tahu akar permasalahannya apa. Kita panggil para pengurus OSIS,” ujarnya.

Dugaan sementara, pelajar melakukan penyerangan karena terdapat ruang kelas yang dipinjam SMA Negeri 12 Kota Jambi untuk melakukan ujian.

“Permasalahannya itu terkait ruang kelas yang dipinjam oleh SMAN 12 Kota Jambi untuk melangsungkan ujian,” ujar Edri.

Padahal, pihaknya sudah mengoordinasi SMA Negeri 12 Kota Jambi untuk meminjam ruang kelas.

“Rupanya kakak kelas mendapatkan informasi seperti itu, mereka langsung mendatangi adik kelasnya. Para kakak kelas ini menanyakan ‘kenapa kamu pindah kelas?’ dan para adik kelas ini bilang ‘ruangan kelas kami dipakai’ begitu,” ungkapnya.

Kepala Polsek Kota Baru, Kompol Dhadhag Anindito menyampaikan terjadi selisih paham atau miskomunikasi antara murid kedua sekolah tersebut, sehingga penyerangan ini terjadi.

“Saat pagi pelajar SMA Negeri 12 yang memakai ruang tersebut. Siangnya itu dipakai SMK Negeri 3 yang sedang melaksanakan ujian di gedung SMA Negeri 12,” ujarnya.

Ia pun mengatakan bahwa berangsur-angsur situasi sudah kondusif. Lalu, 4 siswa yang luka telah diobati. Walaupun demikian, Polsek Kota Baru mendalami kasus tersebut.

“Sekarang sudah berangsur kondusif. Beberapa pihak juga sudah menengahi hal ini. Pihak dinas pendidikan juga sudah datang kesini. Kasus ini masih akan kita tindak lanjuti,” katanya. (Sob/*)