Beranda Akses Kasat Pol PP Merangin ‘Larang’ Wartawan Meliput saat Razia Pekat

Kasat Pol PP Merangin ‘Larang’ Wartawan Meliput saat Razia Pekat

Screenshot video Kasat Pol PP Merangin saat halangi wartawan untuk meliput. Foto: Jhon/AksesJambi.com
Screenshot video Kasat Pol PP Merangin saat halangi wartawan untuk meliput. Foto: Jhon/AksesJambi.com

MERANGIN, AksesJambi.com – Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Merangin, Sobraini dapat kecaman dari sejumlah awak media.

Pasalnya, saat melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kota Bangko pada Rabu, 23 November 2022, dirinya melarang awak media untuk melakukan peliputan.

Dalam video yang berdurasi 15,48 detik tersebut, Sobraini menyebut wartawan tidak punya kepentingan untuk melakukan peliputan.

“Jangan ada yang arogan, masyarakat tolong bantu kami. Yang tidak punya kepentingan dilarang masuk, termasuk wartawan,” ucap Sobraini dari video yang beredar.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan kenapa dirinya melarang wartawan untuk melakukan peliputan. “Maaf dindo, saya sedang rapat. Nanti saya hubungi,” terang Sobraini saat dihubungi via telepon selulernya.

Karena dianggap melecehkan profesi wartawan, statement Kasat Pol PP Merangin tersebut mendapat kecaman dari berbagai awak media. Salah satunya datang dari Pimpinan Redaksi Media NewsLan.id, Lan Karlan.

Menurutnya, sebagai seorang pejabat. Sobraini tidak pantas bicara seperti itu karena dianggap menghalang-halangi tugas serta melecehkan dan profesi wartawan.

“Saya selaku Pimpinan Redaksi Media NewsLan, tidak terima dengan statement yang disampaikan oleh Kasat Pol PP itu. Dalam waktu dekat, kami akan layangkan somasi ke pihak berwajib. Karena sudah menghalang-halangi tugas wartawan, sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999,” tegasnya.

Tak hanya dari awak media. Kecaman pun datang dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Merangin, Nazarman yang sangat menyayangkan statement yang disampaikan oleh Kasat Pol PP Merangin tersebut.

Menurutnya, wartawan punya kepentingan melakukan peliputan untuk pemberitaan sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999.

“Alasannya apa melarang wartawan untuk melakukan peliputan. Karena penting bagi seorang wartawan melakukan peliputan untuk pemberitaan, sesuai UU Pers No. 40 tahun 1999,” pungkasnya. (JON)