Beranda Advertorial Ini Arahan BNPB Kepada Gubernur Terkait Karhutla Jambi

Ini Arahan BNPB Kepada Gubernur Terkait Karhutla Jambi

JAMBI, AksesNews – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo datang ke Jambi dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan sebagai wujud upaya bersama menanggulangi Karhutla Jambi yang semakin menjadi-jadi belakangan ini.

Dalam arahannya, Doni Monardo mengatakan kepada Gubernur Jambi untuk lebih menekankan pencegahan dari pada pemadaman, meskipun tahun ini musim kemarau yang panjang. Selain itu, ia juga mengusulkan, agar pemerintah bisa menerbitkan peraturan.

Peraturan yang dimaksud, berkaitan dengan kewajiban daerah untuk menyusun contingency plan (rencana darurat) terkait kebencanaan, termasuk penanganan karhutla dan mungkin satu daerah akan berbeda dengan daerah lain.

“Saya mengingatkan bahwa daerah dengan seluruh komponen harus benar-benar maksimal dalam pencegahan karhutla. Maka ketahui masalah, kenali potensinya, cari jalan keluarnya,” tegasnya.

Menurutnya, yang dapat dilakukan dalam menanggulangi karhutla saat ini, termasuk Karhutla Jambi adalah mengerahkan segala sumber daya yang ada, bersatu-padu dan berkolaborasi menangani karhutla.

“Diperlukan kolaborasi dan kerjasama yang terintegrasi oleh semua komponen. Lahan yang terbakar pada tahun 2019 ini, per tanggal 31 Agustus 2019, sudah mencapai 328.000 hektare, terbesar bukan di Sumatera dan juga bukan di Kalimantan, tetapi di NTT,” ungkapnya.

Akan tetapi tidak ada kabut asap di NTT, karena yang terbakar adalah lahan mineral, lahan bebatuan, diatasnya ilalang. Luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi Jambi 11.000 Ha, dalam 11.000 Ha itu hampir 6.000 Ha gambut.

“Kedepan, bagaimana kita membuat konsep jangka panjang agar generasi kita bisa mengenali dan menikmati kekayaan hutan. Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengatakan bahwa Satgas Terpadu Penanganan dan Pengendalian Karhutla se-Provinsi Jambi telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan karhutla, namun tantangan yang dihadapi sulit dan saat ini kabut asap masih pekat.

“Kita bersama Satgas Terpadu Karhutla telah melakukan upayan pemadaman melalui darat, pemadaman lewat udara, pembuatan sekat kanal dan sumur bor,” kata Fachrori dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (23/09/2019) malam.

Fachrori menuturkan, sebagian besar lahan yang terbakar di Provinsi Jambi adalah APL (Areal Peruntukan Lain) dan lahan gambut, namun kawasan hutan dan mineral juga ada yang terbakar, yakni APL 1.167 Ha, 819 Ha lahan gambut, lahan mineral 813 Ha, dan 435 Ha kawasan hutan.

Kebakaran itu terjadi di wilayah Timur dan Tengah mencakup delapan kabupaten. “Saya berharap kedepannya pencegahan karhutla terus diperkuat, termasuk dengan bantuan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Gubernur Jambi, Kepala BNPB, Pangdam II/Sriwijaya, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, para Bupati dan Walikota atau yang mewakili se-Provinsi Jambi, Kepala BMKG Provinsi Jambi, dan para kepala OPD terkait dalam lingkup Pemerintah Provinsi Jambi mengikuti rakor tersebut. (Bjs/Hms)

DRadio 104,3 FM Jambi