Beranda Akses Model Cantik Asal Jambi Dipolisikan karena Kasus Investasi Bodong

Model Cantik Asal Jambi Dipolisikan karena Kasus Investasi Bodong

Model cantik asal Jambi tawarkan investasi berujung penipuan dan dipolisikan. Foto: tangkap layar medsos pelaku.
Model cantik asal Jambi tawarkan investasi berujung penipuan dan dipolisikan. Foto: tangkap layar medsos pelaku.

JAMBI, AksesNews – Kasus penipuan berkedok investasi yang dijanjikan keuntungan hingga dua kali lipat kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, pelakunya merupakan seorang model asal Jambi yang membawa kabur uang miliaran rupiah dari sejumlah korbannya.

Pelaku yang masih sangat muda ini, diketahui berinisial RA (24) alias Icha. Model cantik ini berhasil menipu ratusan orang dari seluruh Indonesia dengan mulut manisnya, untuk mengikuti arisan online dan investasi dengan keuntungan besar.

Untuk di Kota Jambi sendiri, ada sekitar 40 orang dengan jumlah uang Rp 200 juta telah dilarikannya. Kini pelaku sedang dalam pengejaran pihak kepolisian, setelah salah satu korbannya melapor ke Polda Jambi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrisus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, mengatakan sejumlah perwakilan korban sudah melapor. Pihaknya tengah mendalami dugaan perkara atas laporan penipuan investasi tersebut.

“Dari keterangan para korban, uang yang dilarikan secara keseluruhan sebesar Rp 3 miliar, korbannya cukup banyak. Kasus ini sedang kita dalami dan akan segera mencari hingga menemukan pelaku,” tegasnya, Kamis (23/07/2020).

Seorang korban yang bernama Dina (24), warga Kota Jambi, mengaku sudah menyetorkan uang kepada pelaku sebesar Rp 49 juta. Beberapa kali sempat mendapatkan keuntungan hingga dua kali lipat dan membayarnya juga tepat waktu.

“Awalnya saya tahu arisan online itu dari instagram, ada arisan online. Lihat komentar, katanya itu amanah, dan bergabung lah saya di grub. Arisan menurun, pelaku itu on time terus bayarnya, dua kali sudah nerima saya,” katanya.

Karena pelaku tersebut selalu membayar tepat waktu, dirinya tergiur untuk mengikuti terus. Kemudian, ia ditawarkan dengan pelaku untuk melakukan investasi dengan keuntungan besar dua kali lipat dari investasi.

“Pada pertengahan bulan Mei 2020 lalu, saya ikut inves lah Rp 1 juta, nerimanya Rp 2 juta per 14 hari. Lalu saya ikut lagi, bayar Rp 4 juta terima Rp 8 juta, kemudian 10 terima Rp 20 juta, lalu saya stop,” tambahnya.

Namun, kata Dina, pelaku tersebut kembali menawarkannya untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi. Dirinya pun, mengikuti investasi berikutnya. Setelah itu, belakangan pelaku sudah untuk dihubungi dan hanya menjanjikan saja.

“Total saya, Rp 49 juta. Hingga kini cuman menjanjinkan saja. Kemudian saya melaporkan lah ke Polda Jambi. Dari list di dalam grup yang kami buat, ada ratusan orang tertipu di Indonesia. jumlah uangnya Rp 3 M,” sebutnya.

Sementara itu, korban lainnya yang diketahui, Wiwi (20) mengaku berinvestasi Rp 2 juta dan Satia (19), telah berinvestasi sebesar Rp 50 juta. Mereka semua hingga kini tak bisa menghubungi pelaku dan mereka berharap pihak Kepolisian segera menangkapnya.

Pihak kepolisian tengah mendalami dan berupaya melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku. Bagi masayarakat yang merasa dirugikan oleh tindakan pelaku, diharapkan segera melapor ke polisi secara resmi. Pelaku bisa dijerat dengan pasal 378 dan 372, tentang tipu gelap. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi