Beranda Akses Ruang Bawah Tanah dan Sabu Ditemukan di Markas SMB

Ruang Bawah Tanah dan Sabu Ditemukan di Markas SMB

FOTO: Akun Instagram @info_seputar_jambi
FOTO: Akun Instagram @info_seputar_jambi

JAMBI, AksesNews – Tim gabungan TNI-Polri menemukan sebuah Bunker (ruang bawah tanah) di Basecamp kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB), markas dari pimpinan SMB Muslim, disalah satu rumah atau pondok mereka, yang diduga sebagai tempat persembunyian rahasia.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnandi membenarkan temuan bunker tersebut. Menurutnya, ruang bawah tanah itu ditemukan oleh tim yang melakukan penyisiran di lokasi.

“Ruangan itu saat ditemukan sudah kosong. Selain itu, tim juga menemukan narkotika jenis sabu dan alat hisap yang siap pakai disekitar bunker tersebut, namun belum digunakan. Beratnya belum diketahui, yang jelas ada sabu dan alat hisap disana,” kata Kuswahyudi, Selasa (23/07/2019).

Hal senada juga disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Edi Fariyadi terkait penemuan bunker di lokasi markas SMB tersebut. Menurutnya, saat tim menemukan ruang bawah tanah itu sudah dalam keadaan kosong.

“Ada tangganya menuju ruang bawah tanah itu, kita masih terus mendalami semua temuan di lapangan dan masih memeriksa keterangan anggota SMB yang sudah ditangkap,” ungkapnya.

Terkait temuan sabu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan tes urine terhadap 59 anggota SMB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasilnya negatif semua, dan kita akan terus dalami soal temuan narkotika jenis sabu di markas SMB tersebut, termaksud dari mana asal sabu yang ditemukan itu. Sabu yang ditemukan itu dalam ukuran kecil dalam bungkus rokok. Segera akan diserahkan ke Direktorat Narkoba,” jelasnya.

Sampai saat ini, tim yang bertugas di lokasi juga tengah mengusut uang iuran wajib yang dipungut oleh Muslim dari anggota SMB sebesar Rp 100 ribu perminggunya. Untuk apa uang itu digunakan, semuanya masih akan usut soal dana itu.

Untuk diketahui, tim gabungan Polda Jambi dan Korem p42/Gapu sudah menetapkan tersangka sebanyak 59 orang anggota SMB, 10 diantaranya merupakan Suku Anak Dalam (SAD).

Dari hasil pemeriksaan dan analisa polisi, kesimpulan sementara Kelompok SMB pimpinan Muslim ini sudah masuk dalam kategori Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang sudah sangat meresahkan masyarakat. (Fer/Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi