Beranda Akses Menuju Eliminasi Malaria Provinsi Jambi Tahun 2027

Menuju Eliminasi Malaria Provinsi Jambi Tahun 2027

JAMBI, AksesNews – Malaria sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang selalu menaruh angka kematian tinggi setiap tahunnya. Dalam mengatasi permasalan ini, pemerintahpusat hingga provinsi dan Kabupaten/kota telah melakukan berbagai upaya pemberantasan baik secara preventif maupun kuratif.

Untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh Malaria, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi melakukan pertemuan lintas program dan lintas sektor dalam rangka Identifikasi Pengendalian Malaria pada Suku Anak Dalam (SAD).

Dinkes Provinsi Jambi bersama Kementrian Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dan Direktur Kesehatan Keluarga menggelar, di Hotel Aston Jambi, Selasa (23/07/2019).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto mengatakan bahwa malaria dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi lingkungan, suhu udara, sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat setempat.

“Kondisi lingkungan yang potensial sebagai tempat perindukan malaria adalah rawa rawa dan lagoon yang di genag air,” kata Dianto.

Dari letak geografis, kata Dianto, daerah tempat tinggal SAD merupakan daerah yang terletak di daerah pedalaman, yang memungkinkan terdapat banyak tempat perindukan vektor malaria.

“Kondisi lingkungan rawa-rawa dan perilaku penduduk yang mendukung penyebaran malaria sehingga menambah sulit untuk ditangani. Di tambah lagi kurangnya informasi yang mereka terima terutama tentang penyakit malaria beserta akses pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, Dianto juga menjelaskan, berbagai kegiatan telah kita laksanakan untuk mengendalikan malaria menuju eliminasi provinsi Jambi tahun 2027 dan eliminasi nasional pada tahun 2030. “Eliminasi malaria tersebut dalam rangka menghentikan penularan dalam satu wilayah geografis,” tegasnya.

Melalui pertemuan lintas program dan lintas sektor dalam rangka identifikasi pengendalian malaria pada SAD ini, Dianto mengharapkan ada komitmen yang kuat dengan dukungan anggaran yang memadai dari Pemprov Jambi dan Kabupaten/kota serta jaminan kesinambungan program malaria sampai tercapainya eliminasi malaria provinsi Jambi tahun 2027.

“Tentunya komitmen ini sangat di perlukan untuk mencapai eliminasi tersebut,” pungkasnya.

Dinkes Provinsi Jambi akan segera berkoordinasi kepada pemerintah pusat maupun kabupaten/kota se-Provinsi Jambi untuk bergerak menekan angka penyakit malaria untuk suku anak dalam.

Diketahui, komitmen Pemerintah Indonesia terhadap kesepakatan Global pada sidang ke 60 tanggal 25 April pada tahun 2007 dan kesepakatan regional Asia Pasifik malaria atau dikatakan garment tahun 2014 dinyatakan bahwa eliminasi malaria atau pembebasan malaria di Indonesia selambat-lambatnya dicapai pada tahun 2030. Sebagai acuan pelaksanaan eliminasi malaria di Indonesia adalah keputusan Menteri Kesehatan. (Bjs/Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi