Basarnas Jambi Gelar Simulasi, Evakuasi Warga Terjebak dalam Gedung Gas Beracun

JAMBI, AksesNews – Basarnas Jambi menggelar latihan evakuasi atau penyelamatan orang yang terjebak di gedung dengan kondisi dikepung gas beracun. Simulasi operasi SAR ini dilakukan di halaman Kantor Basarnas Jambi, Kota Jambi, Kamis (21/09/2023).

Simulasi ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan sejak tanggal 19 September 2023. Selama tiga hari, sebanyak 26 personel mempelajari SOP, teori, serta praktik penyelamatan orang di medan ketinggian.

“Jadi, diakhiri simulasi Latihan Basah. Simulasi latihan dalam kondisi yang membahayakan manusia, yakni mengalami kecelakaan kerja di salah satu tangki minyak, yang mana proses evakuasi tersebut mengadakan dua sistem penarikan. Yang mana korban dianggap mengalami keracunan,” kata Kasi OPS Basarnas Jambi, Manca.

Selain itu, Manca juga mengatakan para personel saat itu seolah-olah berada di kondisi tersebarnya gas beracun. Mereka harus menerapkan prosedur operasi SAR di ruangan terbatas. Kegiatan ini, ujar Manca, tidak ada kendala dan berjalan lancar.

“Di situ ada gas beracun yang mana personel hari ini memahami prosedur, pertama pengecekan gas. Sudah clear area, personel langsung melakukan evakuasi,” katanya.

Perlu diketahui, sebanyak 26 orang yang mengikuti pelatihan ini terdiri dari 22 rescuer, 2 petugas medis, dan 2 petugas komunikasi.

“Mereka dilatih dan diasah kemampuannya dalam penanganan dan evakuasi korban di medan ketinggian,” kata Humas Basarnas Jambi, Lutfi.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono mengatakan sebelum pelatihan ini digelar pihaknya telah memetakan potensi kecelakaan dan bencana di wilayah Jambi, termasuk kawasan dataran tinggi.

“Kita sudah memetakan potensi-potensi apa yang ada di wilayah Provinsi Jambi dan sekitarnya. Salah satunya lokasi kecelakaan yang memerlukan teknik pertolongan di medan ketinggian,” katanya.

Karena itu, para personel Basarnas Jambi membutuhkan pelatihan ini. Sehingga bila terjadi kecelakaan di area dengan ketinggian seperti di gedung, hutan dan pegunungan, tim ini selalu siap melancarkan operasi SAR.

“Pelatihan ini fokus bagaimana melaksanakan operasi SAR dengan kemampuan-kemampuan untuk memberikan pertolongan pada korban di medan ketinggian seperti di bangunan, hutan dan pegunungan,” katanya.

Ia mengatakan para personel yang melakukan evakuasi harus mampu menggunakan alat dengan kecepatan dan ketepatan.

“Khususnya bagaimana menggunakan sistem tali. Juga bisa melakukan improvisasi sesuai keadaan yang ada,” katanya. (Sob/*)