Beranda Akses Harimau Mangsa Ternak Warga di Merangin Masuk Perangkap BKSDA

Harimau Mangsa Ternak Warga di Merangin Masuk Perangkap BKSDA

Harimau sumatra yang telah masuk perangkap. Foto: dok. BKSDA Jambi
Harimau sumatra yang telah masuk perangkap. Foto: dok. BKSDA Jambi

JAMBI, AksesNews – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menerima informasi kemunculan harimau di Desa Nalo Gedang dan sekitarnya Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin pada Kamis, 19 Maret 2022 lalu.

Saat itu, Kepala Desa setempat melaporkan kejadian ternak kambing yang dimangsa harimau, dan langsung diverifikasi oleh Tim BKSDA Jambi bahwa patut diduga dimangsa harimau.

Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh mengatakan bahwa informasi kemunculan harimau itu sudah mulai diterima dari tahun 2021 lalu, dan ketika diverifikasi informasi tersebut beberapa waktu kemudian harimau diduga sudah kembali lagi ke hutan sekitarnya.

“Kabar kemunculan harimau itu sudah kami terima sejak tahun 2021 lalu, namun pada tanggal 2 April 2022 lalu, Kepala Desa Nalo Gedang kembali melaporkan kejadian ternak dimangsa harimau,” kata Rahmad Saleh, Jumat (22/04/2022).

Menurutnya, total ternak warga yang dimangsa sebanyak 11 ekor kambing (9 ekor di Desa Nalo Gedang dan 2 ekor di Desa Baru Nalo) dan 2 ekor sapi (1 ekor di Desa Nalo Gedang dan 1 ekor di Desa Baru Nalo). 

Dari korban ternak tersebut, kata Rahmad Saleh, ada yang belum sempat dimakan dan sebagian tidak dihabiskan. Atas 2 laporan tersebut, Camat Nalo Tantan bersama para pihak melakukan pengecekan lokasi kejadian.

Penutupan kandang jebak untuk menghindari stress pada harimau. Foto: dok. BKSDA Jambi

Berdasarkan bahan keterangan yang dikumpulkan dari warga, BKSDA Jambi memasangan perangkap (box trap) pada tanggal 6 April 2022.

“Kemarin, Jumat (21/04/2022), sekitar pukul 07.40 WIB, warga menyampaikan bahwa harimau telah masuk dalam perangkap, sehingga tim BKSDA Jambi segera ke lokasi untuk mengamankan lokasi,” ungkapnya.

Informasi satwa harimau sumatra, jenis kelamin jantan, usia sekitar 8-10 tahun, erat badan 110 kg, kondisi sehat, panjang keseluruhan 217 cm, panjang taring atas 6.2 cm, dan panjang taring bawah 3,5 cm.

“Kondisi fisik terdapat luka lecet di pangkal ekor, hidung (diduga karena berontak dalam kendang box trap, kuku bagian belakang rusak akibat dalam box trap),” sebutnya.

Proses evakuasi menuju Tempat Penyelamatan Satwa BKSDA Jambi.

Rencananya, harimau itu akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim dokter hewan BKSDA Jambi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jika dinyatakan sehat, akan segera dilepasliarkan ke habitat alaminya.

“Untuk lokasi pelepasliaran harimau itu, menunggu arahan dari pusat,” tutupnya. (Bjs/*)