Beranda Akses Ada Pasar di Sekolah?

Ada Pasar di Sekolah?

KOTAJAMBI, AksesNews – Pagi itu Senin, (21/01/2019), di SDN 131/IV Telanaipura Jambi tampak ramai, nampaknya ada kegiatan yang mengasyikkan. Beberapa siswa hilir mudik menyiapkan barang-barang. Apa ya isi barang tersebut?

Ternyata siswa kelas V ini sedang mempersiapkan makanan, apakah untuk dimakan sendiri? Ternyata tidak, mereka sedang belajar berwirausaha.

Nurfaidah, Guru kelas V tersebut ingin melakukan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman berwirausaha kepada siswa-siswinya. Apalagi sekolah tersebut merupakan sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus.

“Kegiatan ini saya namakan belajar ekonomi melalui bazar makanan sehat. Adapun pelajaran berwirausaha tersebut berlangsung selama dua jam pelajaran,” kata Nurfaidah.

SDN 131/IV Telanaipura ini merupakan salah satu sekolah mitra program PINTAR Tanoto Foundation. Sebelumnya, kegiatan ini awalnya monoton, siswa hanya diberikan gambar-gambar makanan untuk berjualan, kenapa tidak dilakukan secara nyata, begitu fikirnya.

Setelah dikomunikasikan dengan kepala sekolah dan menyetujuinya, apalagi setelah kepala sekolah ikut pelatihan dari Tanoto Foundation. “Saya merasa yakin untuk mengajak siswa menerapkan materi IPS melalui pendekatan kegiatan ekonomi, pelaku ekonomi, iklan, pecahan dan berbagi,” ungkap Nurfaidah bangga.

Lalu, bagaimana dengan peserta didik?

Masing-masing siswa dibagi menjadi 5 kelompok dengan jumlah 7-8 peserta didik per kelompok. Untuk mensukseskan kegiatan ada pasar di sekolah, Nurfaidah menyusun rencana kegiatan sehari sebelumnya.

Berupa petunjuk tehnis pelaksanaan, seperti:

– Produk yang disiapkan harus makanan / minuman sehat (higienis, non MSG, menyehatkan)

– Produk dikemas menarik

– Produk diberi label harga

– Produk diberi label nama

– Produk harus diberi kalimat iklan (kata kata yg menarik pembeli) dengan sentuhan gambar menarik juga (Iklan)

Begini strategi Nurfaidah dalam pembelajaran tersebut:

Setiap kelompok membuat lapak bazar dengan cara menyusun 3-4 meja dihalaman sekolah, kemudian menata produknya semenarik mungkin dengan tetap berdiskusi dengan anggota kelompoknya.

Kemudian melakukan kegiatan ekonomi (berjualan) yang mana pembelinya adalah warga sekolah seperti kepala sekolah, guru, staf dan karyawan sekolah serta peserta didik lainnya.

Kegiatan ditutup dengan menghitung keuntungan masing masing. Dan disisihkan seikhlasnya untuk infaq sekolah. Penguatan dilakukan di dalam kelas setelah kegiatan selesai.

Menyimpulkan bersama sama poin-poin penting dari kegiatan tersebut, yaitu:

– Kegiatan yg dilakukan tadi disebut Kegiatan Ekonomi, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.

– Pelaku ekonominya penjual dan pembeli

– Kalimat dan gambar pada produk termasuk iklan.

– Berbagi dengan sesama.

Hasil dari kegiatan tersebut, Peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan. Dampaknya mereka lebih memahami point point dari kegiatan tsb, daripada dengan mencatat. Peserta didik lebih bersyukur karena mengalami satu hal yg sering mereka lihat dijalanan seperti anak anak kecil yg menjual koran.

Kepala sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut, “program yang bagus, mengajarkan anak mandiri, berbagi, dan bekerja sama. Terus semangaat, menjadi guru kreatif,” kata Junaida, Kepala Sekolah,

“Kegiatan yang keren, anak saya yang ABK pun ikut termotivasi,” kata Umi Naufal, salah satu wali murid.

“Saya senang, karena menyenangkan pembelajarannya,” kata M. Fayi Firjah Hatta, salah seorang siswa. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi