Beranda Akses SPI Gelar Musyawarah Koperasi Petani Indonesia di Jambi

SPI Gelar Musyawarah Koperasi Petani Indonesia di Jambi

49

JAMBI, AksesNews – Serikat Petani Indonesia (SPI) resmi membuka Musyawarah Koperasi Petani Indonesia di Jambi pada Senin (21/7/2025). Forum ini mempertemukan pengurus dan anggota koperasi petani SPI dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat arah perjuangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

Musyawarah ini merupakan bagian dari rangkaian Kongres V SPI yang akan berlangsung hingga 25 Juli 2025 mendatang.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, dalam sambutannya menekankan pentingnya koperasi dalam perjuangan ekonomi kerakyatan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan dalam merebut lahan tidak berhenti pada penguasaan saja, tapi juga dilanjutkan dengan pengorganisiran produksi dan distribusi melalui koperasi.

“Mari kita bermusyawarah, mari kita melihat bagaimana koperasi yang sudah kita bangun dan kita jalankan, serta bagaimana kita ke depan membangun dan mengaktifkan koperasi-koperasi kita nantinya,” tegas Henry.

SPI telah mendeklarasikan pendirian 1000 Koperasi Petani Indonesia pada tahun 2017. Hingga saat ini, telah berdiri koperasi-koperasi petani yang berbadan hukum dan menjalankan berbagai unit usaha di basis-basis SPI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam acara pembukaan musyawarah ini, turut dipresentasikan lima contoh Koperasi Petani Indonesia (KPI) yang telah berhasil dibangun dan dijalankan di berbagai wilayah.

Kelima koperasi tersebut adalah Koperasi basis Simpang Kopas, Sumatera Utara; Koperasi Rumpun Melayu Riau dari DPW SPI Riau; Koperasi SPI Indramayu; Koperasi SPI Bogor; dan Koperasi SPI Jambi.

Kelimanya menunjukkan capaian yang sangat baik dalam pengelolaan unit usaha pertanian secara kolektif dan berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model inspiratif dalam mewujudkan target 1000 KPI yang telah dideklarasikan SPI sejak 2017 lalu.

Ketua DPW SPI Jambi, Sarwadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kongres ini bisa menjadi penyempurna perjuangan.

“Kongres kelima SPI ini bisa menjadi penyempurna perjuangan SPI yang sudah menginjak usia 27 tahun. Kongres kelima ini adalah tentang bagaimana mengurus ekonomi petani ke depannya, jadi bukan hanya reforma agraria dan kedaulatan pangan, koperasi juga menjadi alat perjuangan kita,” ujarnya.

Musyawarah ini akan membahas laporan perkembangan Koperasi Petani Indonesia yang sudah berjalan hingga saat ini dan analisis kebijakan pemerintah.

Kemudian juga akan dilakukan perumusan Rencana Strategis Koperasi Petani Indonesia untuk lima 5 ke depan. Hingga puncaknya adalah deklarasi pendirian Koperasi Petani Indonesia Sekunder Nasional. (Rls/*)