Beranda Akses Polisi Ungkap Cara Kelompok Muslim Rekrut Ratusan Anggota

Polisi Ungkap Cara Kelompok Muslim Rekrut Ratusan Anggota

JAMBI, AksesNews – Penambahan 18 orang tersangka dari kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) kemarin, merupakan buntut dari penyerangan pertama, yang mengamankan 45 orang dan ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 41 orang.

Kini jumlah tersangka dari kelompok SMB semakin bertambah, dan saat ini telah berjumlah 59 tersangka dan status mereka sudah dinilai sebagai kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimuk) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, mengatakan bahwa mereka mengaku sebagai kelompok tani, tapi ternyata tak satupun alat tani ditemukan dari 59 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut nama-nama ke 59 tersangka tersebut, Muslim pimpinan kelompok SMB, Agus Riyadi, Sugiyo alias Pak De Alias Pak Giyo, Andi Pratana, Ruben, Fitriyadi, Juki, Tomi, Suratno, Juprianto, Dapit, Munir, Bangun Pangastuti.

Kemudian, Betilas, Jemaon Wanto, Febriyanto, Eko, Misdi, Johanes, Rohali gincaso, Sodirin, Sukur, Sofie Alias Mudung, Wiwin, Suwarno, Sardi, Rusdi, Darjo, Rizki, Ngadinin, Deni Oktara, Sumi, Irfan, Fitunda, Ninting, Jamiludin, Danres S, 38. Kewat, Fauzan dan Bujang Pulih.

Selanjutnya, Yohanes Paham Ginting, Umar Dani, Wahid Muslimin, Rudi Sutiono, Juliansen Sipayung, Prawoto Als TO, Yanto Bin Sukino, Usman Elpi, Dedi, Untung, Yandang, Dadang Sudrajat, Slamet Rusyanto, Renson Purba, Triyono, Gatot Santoso, Arif Syaifudin dan Slamet Heryanto.

“Kelompok tani ini hanya sebagai kedok yang dipergunakan oleh Muslim Cs untuk merekrut ratusan anggota. Namun, pada kenyataannya kelompok ini merupakan murni Kelompok Kriminal Bersenjata,” kata Edi Faryadi, Minggu (21/07/2019).

Tidak satupun pihaknya menemukan alat pertanian di Camp kelompok KKB SMB ini. Justru yang ditemukan senjata api, bambu runcing serta senjata tajam. Menurutnya, saat ini para anggota Muslim yang tersisa masih melakukan aksi penghadangan.

“Terkait penambahan 18 orang tersangka ini, telah kita dilakukan penahanan. Untuk kelompok ini, bukanlah masyarakat asli Jambi. Tetapi, seluruh anggotanya merupakan pendatang. Setelah kita data mereka ini tidak ada yang memiliki identitas diri dari Jambi,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk orang-orang yang tidak turut dalam aksi kejahatan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim terpadu untuk melakukan pendataan. Selanjutnya tim terpadu akan melakukan pembinaan hingga pemulangan ke daerah asal.

“Sampai saat ini penyidikkan masih terus berlanjut untuk mengungkap asal senjata serta donatur untuk kelompok ini. Untuk di lokasi sendiri, hingga kini masih ada tim terpadu dan sinergitas TNI/Polri guna melakukan pengaman dalam hal mensterilisasikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Muslim ini memiliki peran sebagai Ketua kelompok untuk menggerakkan dan istrinya memiliki peran sebagai Sekretaris serta Bendahara bagi KKB SMB. Warga yang tidak mau ikut dalam penyerangan itu akan diancam serta disiksa oleh mereka.

Atas tindakkan mereka dijerat dengan Pasal 170, 363 KUHP dan Undang-undang darurat nomor 2 tahun 1951 dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun. (Bjs/Team AJ)