Beranda Akses Tahap Lidik, Kasus Temuan Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Merangin Terus Berlanjut

Tahap Lidik, Kasus Temuan Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Merangin Terus Berlanjut

MERANGIN, AksesJambi.com – Kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan anggota DPRD Merangin tahun 2017-2023 yang mencapai miliaran rupiah, terus di dalami pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Merangin.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Merangin, Try Widodo, SH. MH, pada Press Release tahunan yang bertempat di Ruang Media Center Kejari Merangin, Rabu (20/12/2023).

“Tahun ini, kami tengah mendalami dua kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi. Salah satunya temuan tunjangan perumahan anggota DPRD Merangin,” tegas Kejari Merangin Try Widodo.

Tak hanya itu, Kejari Merangin juga tengah mendalami dugaan Korupsi di Dinas Pertanian Tahun 2015-2018.

“Ada dua kasus tindak pidana khusus yang sedang kami dalami. yaitu, Temuan tunjangan perumahan anggota DPRD Merangin dan Dinas Pertanian,” ungkapnya

Dalam laporan tahunan Kejari Merangin tahun 2023, Kajari Merangin, Tri Widodo, menyebutkan banyak capaian yang sudah dilakukan oleh Kejari Merangin seperti penyerapan anggaran terbaik II, pelaporan terbaik II dan juara video antikorupsi di wilayah Kejati Jambi.

“Dalam satu tahun kinerja kita cukup membanggakan, dari pidana umum ada 239 SPDP yang masuk, dan sebanyak 168 yang sudah diselesaikan sementara ada tiga kasus yang selesai lewat Restoratif Justice,” kata Tri Widodo.

Ia menjelaskan, untuk bidang intelijen juga banyak program yang suda dilakukan seperti penerbangan hukum, jaksa masuk sekolah, jaksa menyapa, jaksa kawal desa.

Selain itu, Datun juga menyelesaikan litigasi 1 dan non litigasi, 9 tindakan hukum lainnya, serta pemulihan keuangan negara lebih dari Rp300 juta.

Namun yang juga membanggakan adalah capaian PNBP yang melebihi target. “Selain itu capaian PNBP kita melampaui target mencapai Rp1,1 miliar lebih,” sebutnya.

Dari penyidikan 4 kasus korupsinya, Kejari Merangin mengatakan, 2 kasus korupsi sudah tahap penuntutan sementara dua kasus lainya masih tahap penyidikan.

“Kasus korupsi ada empat kasus, dua kasus sudah tahap penuntutan, dua lainnya masih penyidikan,” tuturnya.

Sementara itu untuk kasus korupsi di Dinas Pertanian Kabupaten Merangin, pihaknya masih menunggu proses penghitungan kerugian negaranya.

“Untuk kasus dugaan korupsi dinas pertanian, kita masih menunggu hasil audit guna mengetahui berapa besar kerugian negaranya,” ucapnya.

Ditegaskan Tri Widodo, kasus dugaan korupsi Dinas Pertanian tetap berjalan namun dengan dukungan bukti lain, tidak ada pelaku yang bisa lepas dari jeratan hukum.

“Bersabar ya, semua bukti masih dikumpulkan dan kita serius untuk menuntaskan kasus ini, Dan jika ada tersangkanya tentu kita umumkan juga,” katanya. (JON)