Beranda Akses Konflik Antar Mahasiswa: Diskriminasi Masih Terjadi di UIN STS Jambi?

Konflik Antar Mahasiswa: Diskriminasi Masih Terjadi di UIN STS Jambi?

JAMBI, AksesJambi.com – Fenomena yang terjadi di Salah Satu Perguruan Tinggi ternama di Jambi sangat memprihatinkan, pasalnya kisruh antar mahasiswa dan konflik organisasi masih terjadi. Diperlakukan berbeda atau Diskriminasi tentulah tidak menyenangkan?

Sayangnya, perlakuan tersebut masih juga dirasa oleh sebagian Mahasiswa. Fakta itu terungkap dari apa yang terjadi baru-baru ini, salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi mengaku telah dikeroyok oleh oknum Panitia PBAK.

Yang menarik, korban tersebut merupakan Mahasiswa yang aktif di salah satu Organisasi Eksternal Kampus, yang sedang melakukan sosialisasi kepada para Mahasiswa Baru usai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), pukul 16.00 WIB, Senin (20/08/2018).

Awalnya, korban yang mengaku dikeroyok itu bersama dua rekannya sedang ingin memperkenalkan organisasi eksternal mereka kepada Mahasiswa Baru disekitaran dekat Masjid didalam Kawasan Kampus UIN Jambi, sekitar pukul 16.15 WIB. Ia juga mengaku mendapat pukulan.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah Mahasiswa UIN Jambi, yang berhasil dihubungi AksesJambi.com. “Dio lagi nyebarin brosur, dengar kabar katonyo digebok pakai kursi. Dio betigo, lokasinyo dekat Masjid,” katanya dalam pesan singkat via Whatsapp, Senin (20/08/2018) malam.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN STS Jambi, Ari Kurniadi menyangkal bahwa telah terjadi pengeroyokan oleh Oknum Panitia PBAK. Namun ia, membenarkan usai kegiatan PBAK, memang sempat terjadi kisruh antar Mahasiswa UIN Jambi.

“Sebenarnyo bukan dikeroyok Bang, pihak Panitia nih kan banyak. Nah, ado bagian keamanan yang bertugas menertibkan apo yang dak sesuai dengan aturan dari PBAK dan Kampus. Kami tadi dak dilokasi, tapi dapat kabarlah dan tahu ceritonyo,” kata Ari kepada AksesJambi.com saat dihubungi via telp, Senin (20/08/2018) malam.

Soal kejadian itu, ia baru mengetahui saat malam harinya dan langsung menghubungi pihak Panitia untuk mengetahui lebih jelas terkait keributan yang terjadi. “Habis kegiatan tadi, sayo langsung balek istirahat. Dapat telpon dikasih tau ado ribut di Kampus,” sebut Ari.

FOTO: Ketua Dema UIN STS Jambi, Ari Kurniadi
FOTO: Ketua Dema UIN STS Jambi, Ari Kurniadi

Terkait penyebab dari persoalan itu, dikatakan Ari, ia sangat menyenangkan atas kejadian tersebut. Padahal, ia sudah memperingatkan Organisasi Eksternal mereka jangan melakukan sosialisasi kepada Mahasiswa Baru. Hanya saja, sepertinya mereka tak mengindahkan aturan yang sudah ditetapkan Kampus.

“Sudah kami ingatkan, dari pihak Panitia jugo tadi sudah ngomong baek-baek. Tapi dio masih nak sosialisasi, kami nih jugo tau aturan Bang. Soalnyo organisasi dio thu dilarang pihak Kampus, sudah disepakati besamo untuk dak masuk kampus organisasinyo thu,” ungkapnya.

Dalam hal ini, UIN Jambi sangat berhati-hati dengan kelompok dan organisasi yang berafiliasi kepada gerakan radikalisme dan melarang keras organisasi tersebut masuk kampus. Terkait hal itu, pihak kampus sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang boleh mensosialisasikan organisasinya di kegiatan PBAK ini.

“Organisasinyo belum izin ke Panitia dan belum dapat jugo izin dari Kampus. Tadi sayo coba menghubungi Ketuo Organisasi thu, tapi dak diangkat, WA jugo belum dibalas. Maksudnyo sayo kan, selaku Penanggung Jawab dari PBAK ini, nak meluruskan dan menyelesaikan masalah ini samo anggotanyo,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi