Media Masa vs Media Sosial, Angga: Media Masa Tetap Eksis

JAMBI, AksesNews – Dunia teknologi kini semakin canggih. Informasi semakin mudah didapat dan cepat seiring berkembangnya teknologi.

Apalagi dengan banyaknya media sosial, mayoritas masyarakat kini menggunakan media sosial sehingga masyarakat semakin mudah untuk berbagi informasi.

Semakin berkembangnya teknologi dan informasi yang semakin cepat beredar di media sosial, namun diyakini belum tentu pasti kebenarannya. Maka dari itu peran media masa perlu membuat informasi yang akurat, berimbang dan kepastian kebenarannya bisa di buktikan.

Angga Aliya ZRF, Redaktur Pelaksana Detik.com, Bagian Ekonomi mengatakan peran penting dari seorang jurnalis bisa memberikan informasi yang terpercaya dan tidak hoax. Informasi yang beredar di media sosial dapat dijadikan sebuah berita dengan mencari narasumber yang terpercaya, sehingga informasi tersebut dapat dibuktikan kebenarannya dari narasumber yamg tepat.

“Tantangan yang dihadapai sekarang ini antara media masa vs media sosial,” kata Angga saat memberikan materi kepada Forum Wartawan Ekonomi Bisnis Jambi, Senin (20/05/2024).

Walaupun informasi media sosial semakin cepat, media masa tetap menajdi referensi apakah informasi itu benar atau tidaknya.

“Media masa tetap akan eksis walaupun media sosial kini semakin mudah diakses. Media sosial juga menjadi tempat untuk memperluas informasi yang sudah kita buat,” jelas Angga.

Terlebih kini teknologi yang semakin maju dengan munculnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini semakin mudah dalam pekerjaan. Namun dunia jurnalistik tidak bisa digantikan dengan AI.

Beberapa tools yang bisa digunakan dalam kegiatan jurnalistik lewat teknologi AI. Namun, Angga memastikan bahwa tidak semua kerja jurnalistik bisa digantikan oleh AI.

“Kita bisa memanfaatkan teknologi AI dalam menunjang pekerjaan kita. Gaya bahasa yang digunakan oleh sang jurnalis tentunya akan berbeda dengan AI,” kata Angga.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Robby Fathir Nashary pada kesempatan ini juga menyampaikan peran penting dari seorang jurnalis bisa memberikan informasi yang akurat dan terpercaya.

Tulisan yang dibuat oleh wartawan dan dimuat di media masing-masing tentunya akan lebih terpercaya dan jauh dari kata hoax dibandingkan yang beredar di media sosial.

“Informasi dari kawan-kawan di forweb menjadi referensi dan bahan pembahasan serta pertimbangan untuk menyikapi persoalan perekonomian di Jambi. Kita butuh banyak masukan dan pertimbangan termasuk untuk merumuskan kebijakan,” kata Robby.

Dalam kesempatan ini, peningkatan kapasitas wartawan bisa menambah ilmu dalam kerja jurnalistik.

“Kita sama-sama belajar mengenai bagaimana perkembangan dunia digital sehingga perlu inovasi untuk mendukung tugas kita semua,” tandasnya.

Sebelumnya juga, Ketua Forweb Jambi, Rani mengemukakan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini makin besar. Menurutnya, penting bagi wartawan untuk terus berpegang teguh kepada kode etik jurnalistik.

“Jadikan momen ini untuk kita berbagi pengalaman dan pengetahuan agar menjadi lebih profesional. Jadikan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan,” imbuhnya.

Keberadaan jurnalis, khususnya dalam menulis pemberitaan terkait perekonomian sangta penting. Untuk itu, Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi ikut berperan meningkatkan kompetensi jurnalis. Salah satunya lewat pelatihan jurnalistik saat ini.

“Kita menghadirkan nara sumber pada sore hari ini Pak Angga dari detik.com yang memang menguasai banyak hal. Dan juga memiliki banyak pengalaman di dunia pemberitaan digital, khususnya terkait dengan ekonomi dan bisnis,” ujar Robby Fathir Nashary dalam acara capacity building di Bandung. (Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here