Beranda Advertorial DAK dan Dana Desa untuk Provinsi Jambi Tahun 2019 Meningkat

DAK dan Dana Desa untuk Provinsi Jambi Tahun 2019 Meningkat

JAMBI, AksesNews – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto membuka Rakor Percepatan Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa Tahun 2019, di Kantor Pembendaharaan Provinsi Jambi, Rabu (20/03/2019).

Rakor ini merupakan tahap awal untuk tahun 2019, dan menghadirkan Badan Keuangan Daerah, Inspektorat dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Kabupaten Kota se Provinsi Jambi.

“Kita melaksanakan rakor tentang penyaluran DAK dan DD tahap pertama pertama untuk tahun 2019,” kata Sekda Dianto.

Menurut Sekda, berkaca dengan DAK dan DD tahun 2018, pemanfaatan dana tersebut untuk tahun ini bisa terserap dengan baik. Diketahui, untuk periode 2019, Dana DAK lebih dari 1 triliun sementara Dana Desa di kisaran 1 triliun.

Dalam rakor ini, Sekda berharap melalui dana tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh pengelola keuangan di Kabupaten dan Kota. Sebelumnya, dalam kegiatan tersebut beberapa Kabupaten juga mendapatkan penghargaan dari Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jambi unyul penglolaan DAK dan DD tahun 2018.

Diantaranya Kabupaten Bungo, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. “Artinya mereka sudah menyalurkan secara benar sesuai dengan amanat dan ketentuan yang sudah sesuai dari kementerian keuangan Republik Indonesia, dengan kabupaten yang berprestasi ini juga bisa dapat memotivasi bagi kabupaten-kabupaten lainnya,” kata Dianto.

Untuk percepatan pembangunan di daerah lanjut Sekda, dana DAK dan Dana Desa untuk Provinsi Jambi tahun 2019 meningkat pesat di bandingkan tahun lalu. Untuk periode tahun 2019, Dianto mengatakan DAK yang dikucurkan pusat kurang lebih 1,24 triliun sementara itu Dana Desa ada di kisaran 1,18 triliun.

Dana tersebut meningkat pesat di bandingkan tahun 2018 lalu. DAK dikisaran 1 triliun, dan Dana Desa 1,4 triliun. Menurut Sekda, pada tahap awal penyaluran dana tersebut, dirinya berharap dana yang di salurkan ke daerah-daerah bisa terserap dengan baik.

“Yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat terutama masyarakat pedesaan itu hampir seluruh kabupaten kota itu tidak mempunyai pembiayaan,” kata Sekda.

Selain itu, melalui anggaran yang besar juga diiringi dengan SDM yang baik. Sehingga tata pengelolaan dana tersebut bisa terserap secara optimal dibandingkan tahun lalu.

“Misalnya kalau apabila perangkat di pemerintahan desa itu secara administrasi keuangan yang masih belum lancar belum memenuhi kriteria yang diinginkan tolong ini dilakukan pelatihan bagi perangkat desa yang mengelola administrasi keuangan,” ucap Sekda.

Kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota, Sekda menghimbau agar lebih komplit dalam perencanaan awal, sehingga apabila kucuran DAK dan DD untuk tahun berikutnya dsudah terakomodir sesuai kebutuhan dan keinginan dari masyarakat pedesaan. (Syahrul)

DRadio 104,3 FM Jambi