Beranda Akses Tanah Milik SAD Tak Diakui Pemda Batanghari

Tanah Milik SAD Tak Diakui Pemda Batanghari

JAMBI, AksesNews – Dusun Sialang Bungkuk terletak di sebelah Timur Laut Kota, Muara Bulian menyebrangi Sungai Batanghari di belakang bekas Dusun Duren Ijo yang orang dusun duren Ijo inilah asal penduduk Kelurahan Teratai.

Dusun Sialang Pungguk dengan sesap belukar disekitarnya seluas kurang lebih 2,800 Hektar, dimana kurang lebih 1,600 Hektar adalah yang di garap oleh PT. Indo Kebun Unggul menjadi kebun sawit.

Area ini berada antara Bukit Sangkilang di sebelah Barat dan Timur area PT. DAFF ARO, termasuk wilayah kabupaten Batanghari yang didiami oleh Suku Anak Dalam (SAD) yang kepemilikannya tidak diakui oleh Pemda Batanghari.

SAD Dusun Sialang Pungguk mengajukan gugatan terhadap Bupati Batanghari, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Kepala Kantor Pertanian Kabupaten Batanghari dan PT. Indo Kebun Unggul.

“Kerena masih merugikan kepentingan mereka selaku pemilik tanah dengan total keseluruhan 2053 hektar yang terletak di Sialang Pungguk Desa Muara Siangoan kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari,” kata Advokat SAD, Fachri, Rabu (20/02/2019).

Selain itu, Fachri juga mengatakan, bahwa mereka mendiami tanah tersebut secara turun menurun yang seluas 2053 hektar. Mereka sudah memperoleh tanah tersebut dari peninggalan warisan dari orang tua mereka dengan cara tebang tebas sejak zaman kolonial Belanda tempo dulu.

“Sebagai pemilik sah atas tanah tersebut para penggugat juga buktikan dengan Akta-Akta maupun data ontentik Surat keterangan pemilikan tanah dari kepala Desa Muara Siagian,” kata Fachri usai pesidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara, Kota Jambi, Rabu (20/02/2019).

Sementara itu, Radani sebagai Kepala SAD menjelaskan bahwa mereka tidak pernah menjual tanah mereka kepada pihak lain. “Suku Anak Dalam tidak pernah menjual tanah atau mengalihkan kepada PT. Indo Kebun Unggul atau pihak lain,” kata Radani.

Radani juga menjelaskan, bahkan sampai ini mereka masih tinggal ditanah milik Suku Anak Dalam diare PT. Indo Kebun Unggul yang telah menguasai tanah mereka (Suku Anak Dalam, red). (Syahrul)