Beranda Akses Seringnya Terjadi Kasus Perbankan di Jambi, LPKNI Pertanyakan Kinerja OJK

Seringnya Terjadi Kasus Perbankan di Jambi, LPKNI Pertanyakan Kinerja OJK

JAMBI, AksesNews – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Muaro Bulian digugat Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Pusat yang berkedudukan di Jambi atas dasar Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan pihak BRI terhadap konsumennya.

LPKNI menggugat BRI Cabang Bulian, karena BRI diduga melawan hukum dengan melakukan pelelangan sepihak, dalam undang-undang perlindungan konsumen BRI tidak boleh menggunakan orang ketiga, tidak boleh ada hal-hal baku dalam ikatan perjanjian dan sudah banyak hal-hal yang dilanggar oleh BRI Cabang Bulian.

Divisi Perbankan LPKNI Pusat, Wilson Siddiq mengatakan, menurut data dari LPKNI seorang nasabah yang menjadi konsumen BRI cabang Bulian sejak tahun 2008 hingga 2018 sudah membayar bungga Rp 950 juta lebih.

“Sarial ini konsumen BRI cabang Bulian sudah cukup lama dari tahun 2008, dari data yang kita punya dia sudah membayar bungganya saja sekitar Rp 950 juta lebih dan sekarang pinjaman pak serial ini diangka Rp 1,3 Miliar,” kata Wilson.

Wilson juga menjelaskan, bukan hanya Sarial saja yang menjadi konsumen dari BRI cabang Bulian. “Pak Ednor juga sudah menjadi konsumen BRI cabang Bulian sudah delapan tahun dan dia sudah membayar Rp 600 juta lebih dan itu hanya bungganya saja,” jelasnya.

“Artinyakan, selama ini mereka konsumen yang baik, karena keadaan yang kurang baik mereka agak sulit untuk membayarnya, mereka akan membayar pinjaman itu dengan cacatan mereka diberikan tempo waktu untuk menjual aset mereka dalam waktu dua tahun, tapi belum jalan dua bulan pihak BRI cabang Bulian sudah melelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), artinya tidak ada koordinasi,” ungkapnya.

LPKNI juga menambahkan seharusnya OJK mengawasi perbankan dan OJK tidak bekerja secara maksimal kerana banyak kasus kasuk perbankkan ini. “OJK seolah-olah tutup mata, jadi kinerja OJK ini seperti apa, mereka tidak bekerja secara maksimal,” sebutnya.

LPKNI berharap ingin adanya keadalin dan titik temu. “Kami tidak membela konsumen dan kami tidak menyalahkan bank, yang kami minta keadilan dan titik temu yaitu keadilan,” pungkasnya. (Syahrul)

DRadio 104,3 FM Jambi