Beranda Akses Perjuangan Dokter Asal Jambi Sebagai Penggerak Kesehatan di Pesantren

Perjuangan Dokter Asal Jambi Sebagai Penggerak Kesehatan di Pesantren

Ilustrasi santri di pesantren. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Ilustrasi santri di pesantren. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

JAMBI, AksesNews – Seorang santri tengah fokus melakukan gerakan cuci tangan. Jari jemarinya saling bertautan, kemudian mengusap punggung tangan, dan menggosok sela-sela jari. Buih sabun mulai terlihat dari tangan santri tersebut ketika aliran air perlahan membasahi.

Kegiatan mencuci tangan seperti ini sudah menjadi kebiasaan para santri di sebuah pesantren terpencil di Kota Jambi. Kebiasan ini sudah lama tertanam di diri setiap santri jauh sebelum adanya imbauan mencuci tangan guna memutus rantai penularan virus Corona atau Covid-19 belakangan ini.

Gerakan mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) para santri ini digagas oleh Mohammad Afifi Romadhoni, seorang relawan dokter asal Jambi. Gerakannya ini mampu mendorong para santri untuk hidup bersih dan sehat.

“Saya sangat bersyukur para santri sudah sadar akan pentingnya menjaga PHBS, jauh-jauh hari sebelum masa pandemi Covid-19 terjadi,” ujar Mohammad Afifi.

Pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan ini adalah pendiri Gerakan Pesantren Sehat (GPS). Karena kegigihannya dalam mendorong PHBS di lingkungan pesantren, pria yang kerap disapa Afif ini diganjar apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2019 di bidang kesehatan dari Astra.

Perjuangan Afif berangkat dari keprihatinan terhadap kebersihan dan kesehatan santri beberapa tahun silam. Benda-benda yang harusnya dipakai secara terpisah seperti sabun, sikat gigi dan handuk, seringkali dipakai bersama dan bergantian.

Stigma “belum santri kalau belum kudisan” Afif perangi bersama 73 anggota GPS yang rutin mendatangi pondok pesantren untuk memberikan penyuluhan kesehatan, berbagi informasi seputar PHBS bersama santri, berdiskusi lewat tanya jawab hingga membuat agen kesehatan di pesantren.

Meski dimulai dari Jambi, Afif yang juga salah satu peserta pengabdian program Nusantara Sehat yang digagas Kemenkes, memiliki asa besar dalam memperluas GPS ke seluruh penjuru negeri.

“Agar kualitas kesehatan para santri semakin meningkat, kami semakin bersemangat karena cukup diapresiasi, teman-teman lain juga melihat ini gerakan positif dan mereka mau berkontribusi,” jelasnya.

Pejuang Tanpa Pamrih

Pada Sabu (18/07/2020), bersama dokter sekaligus aktris Twindy Rarasati, Afif berbagi cerita dalam inspira webinar yang diadakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia, berkolaborasi dengan Young On Top. Acara yang mengangkat tema “Pejuang Tanpa Pamrih” dipandu Daniel Mananta sebagai moderator.

Twindy berbagi kisah tentang perjuangannya menangani pasien positif Covid-19. Hingga pada masa perjuangannya, alumnus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta ini, sempat menjadi salah satu pasien yang harus disembuhkan dari penyakit tersebut.

“Sangat penting menjaga imunitas dan lebih mengenali setiap gejala yang terjadi di tubuh kita. Karena gejalanya tidak spesifik, sering kali mirip dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa seperti common cold,” ujar dokter muda yang juga aktif dalam kegiatan sosial ini.

Perjuangan Afif dan Twindy ini memberikan banyak inspirasi kepada pemuda-pemudi Indonesia agar dapat berbuat lebih kepada sesama melalui bidangnya masing-masing.

SATU Indonesia Awards 2020

Sama seperti tahun sebelumnya, SATU Indonesia Awards menjaring anak muda hingga ke seluruh pelosok Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori yaitu kelompok yang mewakili bidang tersebut.

Pada tahun ini, Astra juga memberikan tambahan kategori apresiasi khusus kepada para pejuang tanpa pamrih di tengah Pandemi Covid-19. Meskipun pandemi di Indonesia belum berakhir, tetapi tidak menyurutkan minat pemuda Indonesia untuk mendaftarkan dirinya atau sosok yang dinilai pantas mendapatkan apresiasi ini.

Sejak pendaftaran dibuka pada 2 Maret 2020, jumlah pendaftar SATU Indonesia Awards 2020 telah mencapai lebih dari 8.476 pendaftar. Target jumlah pendaftar tahun ini diharapkan dapat melampaui jumlah pendaftar tahun 2019 yang mencapai 8.654 pendaftar.

SATU Indonesia Awards telah mengapresiasi 305 anak muda, yang terdiri dari 59 penerima tingkat nasional dan 246 penerima tingkat provinsi. Selain memberikan apresiasi kepada tiap pemenang berupa dana pembinaan Rp 60 juta, Astra juga memberikan pembinaan kegiatan secara berkelanjutan.

Semangat para pemuda dalam berjuang menebar kebaikan bagi sekitarnya, sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut bisa dilihat di www.satu-indonesia.com serta ikuti juga akun Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu) dan Twitter (@SATU_Indonesia).

SUMBER: KumparanNews

DRadio 104,3 FM Jambi