Beranda Akses Casidy dan Pihak PT. Bumi Jambi Ajukan Banding

Casidy dan Pihak PT. Bumi Jambi Ajukan Banding

JAMBI, AksesNews – General Manager (2002-2016) PT. Bumi Jambi, Casidy Tjuanda terdakwa terkait perkara pemalsuan dan penggelapan dalam jabatan telah menjalankan sidang putusan. Pada sidang tersebut, Hakim Ketua, Edy Pramono mebacakan putusan yang mana Casidy diputuskan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun, Rabu (19/06/2019).

Dengan hasil yang telah diputuskan Hakim, tergugat mengajukan banding, dan pihak penggugat juga mengajukan banding. Dari pihak penggugat, menyetujui banding karena tidak puas dengan putusan hakim yang memutuskan hanya dua tahun penjara.

“Kita banding lah, karena penuntutan jaksa 4 tahun tapi cuma dikasih 2 tahun, otomatis kita banding,” kata General Manager (GM) PT. Bumi Jambi, Yusuf, Rabu (19/06/2019).

Selaku General Manager yang menjabat dari tahun 2002 hingga 2016 di PT. Bumi Jambi, Casidy seakan tidak diakui keberadaanya oleh Yusuf di perusahaan tersebut dengan dasar hasil Perdata. Tetapi selama 14 tahun tersebut, perusahaan di jalankan oleh Casidy atas permintaan Istrinya yang menjabat Direktur.

“Perusahaan kita punya, adik saya yang punya. Kita sudah buktikan dalam Pengadilan Perdata, Keputusan PN sudah memutuskan dia (Casidy) tidak ada kaitan dengan perusahaan. Kemudian dia banding di PT, sudah menguatkan Putusan PN memang dalam akta tidak ada tercantum,” kata Yusuf yang juga sebagai kakak dari Elliawati.

Sementara itu, pengajuan banding yang di lakukan oleh pihak tergugat karena keputusan Hakim tidak adil.

“Dari sisi kami, merasa keputusan ini sangat tidak adil , bahwa casidy dituduh memalsukan tanda tangan istrinya (Direktur), sementara istrinya menyerahkan seluruh urusan usaha kepada suaminya. Yang menikmati hasil dari usaha ini adalah istrinya juga,” kata Kuasa Hukum dari Tergugat, Leo Irfan Purba.

Selain itu, Leo juga mengemukakan kekecewaanya di dalam pertimbangan hukum yang tidak ada satupun yang menguntungkan bahwa Elliawati yang menikmati keuntungan perusahaan tersebut.

“Yang jelas-jelas Dia (Elliawati) bilang di sidang perkara yang lain itu hasil dari keuntungan perusahaan untuk membeli Apartemen seharga 18 Milyar, bisa membeli kantor di Bohok sebesar 12 Milyar, bisa membangun rumah Milyaran di Jambi. Tapi hari ini hakim bilang bahwa PT. Bumi Jambi dirugikan, kita juga bingung, hakim melihat faktanya dari mana ?,” ujar Leo.

Merasa tidak di beri keadilan, Leo mengatakan semestinya hal ini harus di pertimbangan, bahwa dari 2002 sampai 2016 itu 14 tahun Elliawati menyerahkan kepada suaminya untuk mengelola perusahaan tersebut.

“Ingat baik-baik, yang di tipu mereka itu Pertamina. Pertamina yang rugi kalau ada pemalsuan, negara yang di rugikan ujung-ujungnya. Apakah dia siap sebagai Direktur ?. Dengan gampang menjawab bahwa sayakan tidak tahu, saya menyerahkan kepada suami saya. Tapi sementara dia menikmati,” sebut Leo.

Di Pengadilan Tinggi nanti, Leo berharap pada sidang banding, hakim melihat fakta yang ada. Terutama fakta bahwa Casidy melakukan tanda tangan atas suruhan dan diketahui istrinya.

“Ada kesepakatan disini, antara suami dan istri. Suami mengurus perusahaan dan istrinya mengurus anak di Singapora. Bagaimana kalau seorang Direktur yang tidak pernah masuk kantor sementara operasional tetap berjalan?,” jelasnya.

“Seharusnya tiap hari Direktur ada, terkait dokumen apapun dia harus di tanda tangan. Jangan hasilnya mau, tapi tanda tangannya dia suruh palsukan tapi di laporankan,” pungkasnya. (Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi