Beranda Advertorial Sinergi Pemprov Jambi Bersama Pelaku Usaha Swasta dan BUMD

Sinergi Pemprov Jambi Bersama Pelaku Usaha Swasta dan BUMD

JAMBI, AksesNews – Gubernur Jambi, Fachrori Umar menggelar Silaturahmi dengan Para Pelaku Usaha Swasta dan BUMD dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (18/06/2019) malam.

Turut hadir dalam acara, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M. Dianto, Asisten II Setda Provinsi Jambi, Ir. Agus Sunaryo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Ariansyah, Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fachrori Umar menyampaikan, kegiatan ini merupakan momen yang sangat berharga dalam rangka membentuk sinergitas pihak pemerintah dengan pihak pelaku usaha, guna membangun perekonomian di Provinsi Jambi yang lebih baik.

Pemerintah berkewajiban terus membangun komitmen guna menciptakan kepastian hukum bagi para pelaku usaha. Pada sisi lain, para pelaku usaha berkewajiban untuk mentaati semua ketentuan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya yakin dan percaya, jika pihak pemerintah dan pihak pelaku usaha memahami hak dan kewajibannya maka akan terbentuk suasana yang harmonis. Jika suasana yang harmonis sudah terbangun, maka iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif akan terwujud di bumi Sepucuk Jambi sembilan Lurah yang kita cintai ini,” kata Fachrori.

Menurutnya, berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, ekonomi Provinsi Jambi tahun 2018 sebesar 4,71% angka pertumbuhan ekonomi tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang tercatat 4, 64 %.

Jika kita mencermati kontribusi dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi daerah kita, yaitu dengan menggunakan instrumen produk domestik regional bruto atau PDRB. Maka sektor primer kita yaitu pertanian dan pertambangan masih mendominasi perekonomian kita dengan memberikan kontribusi primer hampir 27% dan kontribusi sekunder mencapai 20% serta sektor presier 23%.

“Berdasarkan data diatas tidaklah mengherankan jika kondisi perekonomian kita masih bergantung kepada harga komoditi utama kita yaitu karet, kelapa sawit dan batubara, sedangkan harga dari ketiga tersebut ditentukan oleh pasar internasional sehingga pemerintah sangat sulit untuk melakukan intervensi,” jelasnya.

Selain itu, Fachrori juga mengajak pelaku usaha swasta agar mampu mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi. Jika selama ini kita masih menghasilkan bahan mentah, maka pada masa yang akan datang. Kita harus mampu menghasilkan bahan jadi dengan mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi.

“Kita akan mendapat nilai tambah yang lebih banyak dari pada kegiatan tersebut, Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya menghimbau kepada para pelaku usaha untuk menggarap sektor industri yang dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. (Syahrul)