Polisi Tangkap 2 Kurir Bawa 10 kg Sabu Jaringan Internasional di Jambi

JAMBI, AksesNews – Peredaran narkotika di wilayah Jambi masih marak terjadi. Kali ini, 10 kilogram narkotika jenis sabu yang diduga dari jaringan internasional berhasil diamankan Ditresnarkoba Polda Jambi.

Dirresnarkoba Polda Jambi AKBP Ernesto Seiser mengatakan, dalam ungkap kasus 10 kg ini pihaknya mengamankan dua orang tersangka yakni R (22) Warga Asahan Sumatera Utara dan TB (55) warga Rokan Hilir, Riau, yang ditangkap pada tanggal 7 Maret di Jalan Kapten Pattimura Simpang IV Sipin, Kota Baru, merupakan kurir sabu.

Lebih terang, Ernesto membeberkan barang haram tersebut sudah masuk ke Jambi sebanyak 30 kilogram. Baru 10 kilogram sabu yang dapat diamankan, 20 kilogram lainnya masih dalam tahap pengejaran dengan tersangka berinisial S.

“Kemudian dari 10 kg ini dikembangkan, asal barang tersebut diambil dari Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan,” jelasnya.

Berbekal dari informasi tersebut, tim langsung diberangkatkan ke Sumatera Utara untuk melakukan penyelidikan. Disana tim menemukan tersangka yang berinisial C.

Pada saat diamankan, kata dia, pelaku ini melakukan tindakan melawan dan hampir menabrak salah satu petugas. Sehingga petugas dengan terpaksa melepaskan tembakan peringatan yang mengenai ban mobil tersangka yang menyebabkan mobil terperosok ke got pekarangan rumah warga.

Disana, pelaku didapati dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sementara, saat kondisi pelaku usai diperiksa di RS Brimob Sumatera Utara (Sumut), terdapat bekas tembakan yang mengenai rahang pelaku.

“Pelaku inikan menghindari mobil dan sudah dipepet dengan mobil truk 2 ternyata setelah dipepet pelaku masih melawan dengan cara membalik mobilnya, dan hampir menabrak anggota. Dan anggota langsung melakukan tindakan peringatan dengan menembak ban mobil pelaku, Kemudian mobil pelaku oleng dan masuk got di halaman masyarakat,” ujarnya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara di rumah sakit Brimob Sumut ini ada bekas tembakan kena rahangnya. Jadi peluru ada masuk di rahangnya,” ungkapnya.

Kata Ernesto Semua barang bukti ini merupakan jaringan internasional, jika dilihat dari kemasan barang bukti tersebut, yang dikemas dalam teh cina berwarna hijau. Kemudian dari hasil interogasi, tersangka mengaku sudah pernah mengedarkan 100 Kg barang haram tersebut.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan atau hukuman mati,” tandasnya. (Sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here