Beranda Akses Harga Pangan Naik Jelang Ramadhan, Ini yang Dilakukan Pemprov Jambi

Harga Pangan Naik Jelang Ramadhan, Ini yang Dilakukan Pemprov Jambi

63

JAMBI, AksesNews – Harga bahan pokok pangan mulai naik di pasar tradisional, Kota Jambi, menjelang bulan ramadhan. Misalnya, harga ayam potong yang mencapai Rp 38.000 per kilogram, dan harga cabai merah keriting yang berkisar Rp 65.000 per kilogram.

Ruri (30), pedagang di Pasar Tradisional Angso Duo, mengatakan kenaikan harga ayam potong terjadi secara bertahap. Kini Rp 38.000 per kilogram. Seminggu ini naik bertahap, sehari naik Rp 1.000.

Ia tidak bisa memastikan bahwa kenaikan harga ini disebabkan menjelang ramadhan. Apalagi pembelinya sepi.

“Kurang tahu juga, karena pembelinya masih sepi. Karena harga naik, pembeli berkurang. Menjelang ramadan nanti bisa Rp 40.000 per kilogram,” katanya.

Sementara itu, Adi (37) selaku pedagang menyampaikan harga cabai merah keriting naik mencapai Rp 65.000 per kilogram saat pagi tadi. Sedangkan saat siang harganya mencapai Rp 90.000, karena stok berkurang.

Ia menyampaikan harga cabai tidak stabil. Bergantung dengan jumlah stok. Sehingga, menurutnya momen ramadan belum berpengaruh.

“Harga cabai bergantung pasokannya. Kalau sedikit, bisa mahal,” tuturnya

Kenaikan harga ini mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman menyampaikan harga bahan pokok pangan di Kota Jambi wajar mengalami kenaikan.

“Bulan ramadhan itu biasanya banyak permintaan, sehingga ada kenaikan bahan pokok,” katanya, Jumat (17/03/2022).

Ia pun mengatakan Pemprov Jambi melalui satgas pangan akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar.

“Sudah saya tanda tangani untuk persiapan 3 hari menjelang ramadhan. Kita akan sidak di 3 pasar, untuk memastikan mudah-mudahan harga bahan pokok masih batas toleransi,” ungkapnya.

Saat ini, kata Sudirman, pihaknya lebih mengkhawatirkan kelangkaan bahan pokok. Karena itu, satgas pangan juga akan mengantisipasi agar stok bahan pokok tetap tersedia.

“Yang kita antisipasi langkanya. Jangan sampai hilangnya kebutuhan bahan pokok.jika terjadi, kita cari tahu titik langkanya,” jelasnya. (Sob/*)