Beranda Akses Ketua Komisi III DPRD Muaro Jambi Bungkam terkait Limbah PT BBS Cemari...

Ketua Komisi III DPRD Muaro Jambi Bungkam terkait Limbah PT BBS Cemari Lingkungan

MUAROJAMBI, AksesNews – Berdasarkan Uji Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi terhadap limbah PT Bukit Bintang Sawit (BBS), dinyatakan telah melebihi ambang batas kadar mutu air maksimal.

“Ambang batas kadar mutu air maksimal 350 per liternya,” kata Kepala DLH Muaro Jambi, Syafii, Kamis (18/02/2021).

Hasil uji laboratorium DLH Kabupaten Muaro Jambi menetapkan PT. BBS telah merusak lingkungan, karena limbah melebihi ambang batas mutu maksimal 350 per liternya.

“Uji lab menetapkan adanya pencemaran dari limbah yang dihasilkan PT BBS melebih ambang matas maksimal 350 per liternya dan hasil lab telah melebihi ambang batas maksimal, dengan angka 896.93,” ungkapnya.

Sebelumnya, hasil rapat Komisi III DPRD diketuai Usman Khalik Fraksi PDI-P bersama DLH Kabupaten Muaro Jambi pada tanggal 22 Januari 2021 lalu, meminta dan menetapkan akan menyurati Bupati Muaro Jambi.

Surat tersebut, meminta Bupati untuk menghentikan operasional PT BBS karena terbukti limbahnya mencemari Sungai Melintang, dan mencabut izin operasionalnya.

“Hasil pertemuan tersebut, memutuskan akan menyurati Bupati Muaro Jambi untuk menghentikan operasional PT BBS karena terbukti limbah BBS cemari Sungai Melintang, dan mencabut izin operasionalnya,” kata Usman Khalik.

Proses ini sudah berjalan kurang lebih 30 hari sejak diadakanya rapat dan investigas DPRD Muaro Jambi Komisi III diketuai oleh Usman Khalik dan anggota bersama DLH menetapkan PT. BBS merusak lingkungan berdasarkan uji lab.

Saat dikonfirmasi terkait PT BBS yang merusak lingkungan, Ketua Komisi III DPRD Muaro Jambi menjawab dengan berbelit-belit.

“Kami sudah surati pihak PT BBS dan kami sedang menjadwalkan pemanggilan yang bersangkutan, terkesan ada yang ditutupi,” ungkap Usman via Whatshap, Kamis (18/02/2021).

Lanjutnya, ketika ditanyai terkait apakah DPRD sudah merekomendasikan ke Bupati untuk mencabut izin PT BBS, ia hanya membuka pesan tersebut tanpa menjawabnya.

Padahal, berdasarkan hasil uji lab DLH Muaro Jambi mengatakan PT BBS mencemari lingkungan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari Usman Khalik terkait kelanjutan pecemaran perusahaan tersebut. (Duha)

DRadio 104,3 FM Jambi