Beranda Advertorial Pemkot Jambi-BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Rekonsiliasi

Pemkot Jambi-BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Rekonsiliasi

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi melakukan rekonsiliasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pegawai pemerintah non-Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2021, di Aula Bappeda Kota Jambi.

“Rekonsiliasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilakukan untuk Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dan ketua Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi,” kata Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, Senin (18/01/2021).

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan banyak Ketua RT di Kota Jambi yang tidak melepaskan jabatan itu, sehingga data kepesertaannya harus diperbaharui. Oleh karena itu, rekonsiliasi kepesertaan ketenagakerjaan dilakukan pada hari ini.

Sedangkan Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di Kota Jambi, setiap tahunnya menjalani asesmen. TKK yang tidak lulus asesmen kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan-nya oleh Pemkot Jambi, tentu biaya BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi ditanggung oleh pemerintah.

“Ketua RT sudah banyak yang berganti. TKK juga ada assesmen, sehingga harus diganti dan dipastikan. Pemerintah Kota Jambi berkomitmen meningkatkan kesejahteraan non-Asn dan TKK,” ujarnya.

Ia pun mengatakan jika anggaran yang dialokasikan oleh Pemkot Jambi untuk membayar premi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terhadap TKK dan ketua RT tersebut masih tersisa, Pemkot Jambi akan mengakomodir sektor pekerja non ASN lainnya, seperti ketua LPM dan penjaga mesjid di kecamatan dan kelurahan.

“Kalau masih ada anggarannya, kita akan memperluas cakupannya. Bisa saja ke Ketua LPM, guru honorer, bisa juga ke marbot atau pengurus masjid. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini sangat bermanfaat, serta bertujuan untuk memotivasi tenaga kerja dalam bekerja,” kata Maulana.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana usai menghadiri rekonsiliasi BPJS Ketenagakerjaan.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana usai menghadiri rekonsiliasi BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Supriyatno mengatakan untuk tahun 2020 BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi telah membayarkan klaim kecelakaan dan meninggal dunia di Kota Jambi sebesar Rp 1,8 miliar.

“Dan untuk klaim biaya pengobatan sebanyak Rp 56 juta,” kata Supriyatno.

Menurutnya, hasil rekonsiliasi bersama Pemkot Jambi tersebut akan menentukan berapa jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan non ASN di Kota Jambi pada tahun 2021.

Seluruh rumah sakit di Kota Jambi telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan demikian, pengobatan dapat dilakukan di seluruh rumah sakit di Kota Jambi, terhadap warga Kota Jambi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan saat bekerja. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi