Beranda Akses HNSI Tanjab Barat: Nelayan Butuh Solusi Hadapi Cuaca Ekstrem

HNSI Tanjab Barat: Nelayan Butuh Solusi Hadapi Cuaca Ekstrem

TANJABBAR, AksesJambi.com – Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di wilayah Pesisir Timur Provinsi Jambi diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Februari 2021.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Zulfikri, saat dikonfirmasi AksesJambi.com, Senin (18/01/2021).

Ia menyebutkan, bahwa hingga Februari potensi gelombang tinggi masih terjadi. Hal ini juga diimbangi dengan curah hujan yang masih sering terjadi dan disertai angin.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa gelombang tinggi berpotensi terjadi dengan ketinggian 1 sampai 2,5 meter.

“Saat ini masih ancaman tinggi gelombang patut diwaspadai bagi para nelayan yang sedang melaut serta peluang hujan sampai Februari masih berpotensi dari sedang sampai lebat,” jelasnya.

Sementara untuk peluang tinggi gelombang ini, kata Zulfikri, sepanjang nelayan beraktivitas di pesisir timur ini tinggi gelombang harus diwaspadai antara satu sampai dua setengah meter. Jadi nelayan memang harus waspada.

Terkait hal tersebut, Ketua HNSI Kabupaten Tanjab Barat, Syufrayogi Syaiful meminta kepada instansi terkait agar segera memberi solusi kepada para nelayan yang ingin melaut, akan tetapi gelombang di laut sangat tinggi.

“Masalah cuaca ini, ya kita minta kepada dinas terkait bisa memberikan solusi. Artinya meminta kepada nelayan jangan melaut dulu, dan kasih solusi terkait ketika mereka tidak melaut,” kata pria yang akrab disapa Yogi, Senin (18/01/2021).

Gelombang Pasang Terjang Kampung Nelayan, Warga Diimbau Mengungsi

Yogi juga mengatakan, bahwa cuaca saat ini berubah-berubah, paling tidak kita menjaga keselamatan terlebih dahulu, dan tunggu agar cuaca bagus.

“Faktor alam ini sungguh berubah-berubah, yang terpenting keselamatan itu yang harus kita jaga,” harapnya.

Lebih lanjut, Anggota DPRD Tanjab Barat ini juga akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait masalah cuaca di laut yang membuat para nelayan enggan melaut.

“Kita akan kolaborasi sama-sama dan kita cari jalan keluarnya, semoga ini cepat terselesaikan,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi