Beranda Akses Lakalantas Truck Batu Bara, Momok yang Menghantui Masyarakat

Lakalantas Truck Batu Bara, Momok yang Menghantui Masyarakat

BATANGHARI, AksesJambi.com – Truck angkutan Batu Bara yang melintas di jalan Kabupaten Batanghari tidak pernah habisnya. Musibah dan Konflik pun selalu terjadi antara masyarakat dan sopir truck bahkan dengan Pemerintah.

Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Truck Angkutan batu bara sudah banyak terjadi, bahkan konflik pembakaran truck oleh warga akibat lakalantas yang merenggut nyawa pengguna jalan. Korban yang telah meninggal akibat hantaman angkutan truk batu bara di kabupaten Batanghari sudah mencapai belasan jiwa.

Menurut data yang dihimpun, 11 nyawa melayang sepanjang tahun 2018 yang disebabkan angkutan batubara tersebut. Tokoh Masyarakat Kawasan Muara Bulian, Fahri mengungkapkan, dengan meningkatnya kecelakaan yang diakibatkan truk batubara tersebut sangat terlihat sepanjang tahun 2018.

“Masyarakat seakan merasa dihantui ketika berkendara dan melintas dijalanan jika harus berpapasan maupun beriringan dengan rombongan truk batubara tersebut,” kata Fahri, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, angkutan batubara tersebut, merupakan kumpulan para kaum kapitalisme atau kaum pemodal saja. Sehingga keberadaan dan usaha mereka hanya menguntungkan bagi kalangan mereka saja.

“Lebih banyak mudorat dari pada manfaat bagi masyarakat itu sendiri. Terlebih dari dampak negatif yang diakibatkan angkutan tersebut satu diantaranya kecelakaan, sudah berapa korban nyawa menghilang akibat kecelakaan tersebut,” ungkapnya.

Saat ini para angkutan batubara mulai semena-mena dan segala tipu daya untuk mengelabui petugas dan mengangkakangi aturan. Seperti dari segi angkutan saat ini banyak angkutan batubara yang menggunakan kendaraan tronton yang sudah jelas dilarang sesuai aturan yang berlaku.

“Maunya masyarakat tidak ada solusi lain selain membuat jalur sendiri, terutama jalur air. Jika tidak tentu korban jiwa akan terus berjatuhan dan lebih banyak masyarakat menyelesaikan dengan cara masyarakat itu sendiri sebagai bentuk efek jera dan sok terapi bagi angkutan batubara tersebut,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data Satlantas Polres Batanghari terhitung dari bulan Januari 2018 hingga awal Oktober 2018 sudah terdapat 20 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk angkutan batu bara. “Yang terlibat kecelakaan dengan truk angkutan batu bara tersebut mayoritas pengendara roda dua,” kata Kasatlantas Polres Batanghari AKP Nafrizal.

Dari 20 kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, 11 orang diantaranya meninggal dunia dan sebagian besar korban yang terlibat kecelakaan tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Nefrizal mengatakan, lakalantas tersebut sebagian besar di sebabkan oleh kelalaian sopir truk angkutan batu bara. Namun juga ada kecelakaan yang di sebabkan oleh kelalaian pengendara lainnya. “Kecelakaan tersebut banyak terjadi pada jalur yang di lewati oleh truk angkutan batubara, terutama dijalan lintas dan jalan Nasional,” Ujarnya.

Untuk diketahui, sebagian besar kecelakaan tersebut terjadi di Kecamatan Muarabulian, Pemayung, Muara Tembesi dan Kecamatan Batin XXIV. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi