Beranda Akses PLN Beberkan Penyebab Listrik Kerap Padam dan Tagihan Pelanggan Membengkak 

PLN Beberkan Penyebab Listrik Kerap Padam dan Tagihan Pelanggan Membengkak 

BATANGHARI, AksesJambi.com – Terkait banyaknya keluhan dari pelanggan PLN Rayon Muara Bulian yang mengalami lonjakan biaya tagihan listrik. Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan Muara Bulian, Agustina Pratiwi angkat bicara.

Saat dibincangi AksesJambi.com seusai hearing di Kantor DPRD Batanghari, Agustina Pratiwi mengatakan bahwa tidak ada pihak PLN menaikkan tarif tagihan listrik. Hanya saja, di masa Pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang berlebihan menggunakan alat-alat elektronik.

“Karena faktor work from home bagi pekerja dan juga study from home bagi siswa, jadi mereka banyak melakukan aktivitas dengan menonton televisi, dan hal lainnya,” kata dia, Rabu (17/06/2020).

Kerap Padam, Pelanggan PLN Rayon Bulian Alami Kenaikan Biaya Tagihan

Tak hanya itu saja, dikatakannya jika di bulan Mei pelanggan juga mengeluhkan lonjakan tagihan, tentunya hal itu dikarenakan banyaknya aktivitas memasak dengan menggunakan alat-alat elektronik.

“Mungkin aktivitas memasak merek menggunakan magicom, mixer dan alat-alat lainnya,” sambungnya.

Dikatakannya, jika memang masyarakat tidak puas ataupun ingin komplain kepada pihak PLN terkait lonjakan harga tersebut. Pelanggan dapat langsung mendatangi kantor PLN untuk menanyakan perihal yang mereka alami.

DPRD Batanghari Gelar Hearing soal Keluhan Layanan PLN Muara Bulian

“Jika kenaikan biaya tersebut karena kurang ketelitian pihak kami, maka kami akan mengembalikan uang pelanggan. Nanti bagi pelanggan yang ingin d periksa rincian penggunaan listriknya, akan kami beritahukan,” bebernya.

Selain itu, terkait seringnya terjadi pemadaman listrik di beberapa wilayah di Batanghari, Agustina Pratiwi juga mengungkapkan, hak tersebut murni akibat gangguan alam dan hewan.

“Bukan unsur kesengajaan dari kami, sehingga waktupun tidak bisa kami tentukan kapan gangguan terjadi. Gangguan hampir 90 persen disebabkan karena pohon yang menempel dijaringan, yang dekat jaringan pas kena angin kena jaringan dan juga hewan yang mengenai jaringan kami,” ungkapnya.

Terkait banyaknya alat-alat elektronik yang mengalami kerusakan akibat seringnya terjadi listrik padam, pihak PLN tidak mempunyai kewajiban mengganti kerusakan barang-barang milik pelanggan.

“Tidak ada aturan yang mengatakan kami harus mengganti barang-barang yang rusak tersebut,” pungkasnya. (ANI)

DRadio 104,3 FM Jambi