Beranda Akses Gelombang Pasang Terjang Kampung Nelayan, Warga Diimbau Mengungsi

Gelombang Pasang Terjang Kampung Nelayan, Warga Diimbau Mengungsi

TANJABTIM, AksesJambi.com – Cuaca ekstrem yang mengakibatkan gelombang tinggi, menghancurkan sejumlah rumah warga di Kampung Nelayan, Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanjab Timur, Romi Hariyanto mengatakan, gelombang pasang itu menerjang rumah warga dan ia sudah perintahkan pihak Camat dan Kepala Desa agar warga mengungsi ke tempat aman.

“Ada sebanyak delapan rumah nelayan setempat yang dihantam ombak, memang kawasan itu rawan abrasi. Namun, kita akan berupaya membangun tembok pemecah ombak seperti yang sudah dibangun, tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Romi, Minggu (17/01/2021).

Romi juga mengatakan bahwa tempat kejadian di Air Hitam Laut tidak terlindungi dan ia sudah perintahkan tim untuk penanganan di lokasi kejadian serta sedang mempertimbangkan opsi relokasi jika memang itu pilihan terbaik.

“Relokasi jalan terbaik yang harus dipikirkan, agar warga di sana terhindar dari musibah yang kemungkinan terjadinya terus berulang. Kita sudah menghimbau warga yang berada di jalur rawan, untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat yang relatif jauh dari bibir pantai,” pungkasnya.

Tingginya gelombang ombak laut di Pantai Timur Jambi ini, karena meningkatnya cuaca ekstrem seperti hujan deras, badai dan petir sehingga para nelayan di bibir pantai banyak menepi kerena gelombang ombak.

Dalam video amatir, tampak warga yang tinggal di tepi pantai kocar-kacir lari saat rumah dihantam gelombang ombak besar sambil membawa barang-barang berharga. Selain itu juga, ada juga barang-barang rumah warga yang disapu ombak.

Cuaca Ekstrem di Kampung Nelayan, 8 Rumah Warga Rusak Dihantam Ombak

Terpisah, Kepala Desa Air Hitam Laut, Abri Sandria mengatakan, terjadinya gelombang ombak besar karena air pasang dan ditambah hujan deras serta kejadian gelombang merupakan musibah paling terparah pertama kali dalam sepanjang sejarah.

“Musibah kali ini sangat terparah, ditambah abrasi yang terjadi di bagian Tanjung Muara Sungai sampai menggerus bagian Tanjung sejauh 100 meter yang mengakibatkan air laut tidak tertahan. Saya sudah perintahkan warga untuk mengosongkan rumah, sampai benar-benar aman,” tutupnya. (Rif/*)

DRadio 104,3 FM Jambi