Beranda Akses Karhutla Semakin Meluas, 2 Perusahaan Dipanggil Polda Jambi

Karhutla Semakin Meluas, 2 Perusahaan Dipanggil Polda Jambi

JAMBI, AksesNews – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi semakin meluas, dari data terakhir luasan lahan yang terbakar lebih kurang sudah mencapai 350 hektare (ha).

Lahan tersebut, sudah termasuk milik perusahaan dan dalam waktu dekat PT Reki dan PT MAS akan di panggil terkait dengan lahan milik keduanya yang terbakar.

“Dua perusahaan itu (red, PT REKI dan PT MAS) akan kita mintai keterangan,” Kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Thein Tabero, Jumat (16/08/2019).

Pemanggilan tersebut bertujuan hanya untuk memintai keterangan terlebih dahulu. Namun, jika nanti hal itu terbukti akan naik ke ranah hukum. “Untuk hal itu perlu pembuktian, dan perlu kerja keras tim untuk menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPBD Kabupaten Muaro Jambi, M. Zakir mengatakan luas lahan yang tebakar di Muaro Jambi 185 hektare dimana 70 hektare yang merupakan lahan perusaahan yang terbakar yakni PT. Mega Anugrah Sawit (MAS), dimana luas lahan yang terbakar mencapai 70 hektare lebih.

“Api itu melompati kanal pembatas karena tiupan angin, sehingga api cepat meluas, lahan itu juga masih kosong yang ditumbuhi alang-alang. Tapi itu hanya sebagian kecil saja, kerena menurut data PT MAS memiliki luas lahan sebanyak 1200 hektare,” kata M. Zakir.

Menurutnya, ada program pemerintah yang menjadi janji politik tidak berjalan sesuai renana. Sehingga kebakaran yang ada dengan cepat meluas, karena program tersebut sangat dibutuhkan jika memasuki musim kemarau.

“Satu kecamatan, satu Ekskapator itu tidak jalan, coba kalau jalan, ketika ada api bisa langsung membuat kanal pembatas. Saat ini di lokasi baru ada satu, dan itu tidak cukup untuk memutus mata rantai api,” jelasnya.

Selain itu, M. Zakir juga menambahkan jika personel yang disiagakan dari pihak perusahaan tidak berkompeten dalam pemadaman api, sehingga menghambat personel Satgas Karhutla dalam bekerja.

“Mereka itu tidak di latih, hanya punya alat saja, sering kali alat itu satgas yang mengoperasikannya, jika mereka berkompeten, akan bisa memecah pasukan dalam pemadaman,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi