Beranda Akses Sejak Awal Januari 2021, Pemkot Jambi Amankan Ratusan PMKS

Sejak Awal Januari 2021, Pemkot Jambi Amankan Ratusan PMKS

KOTAJAMBI, AksesNews – Sejak bulan Januari tahun 2021 hingga sekarang, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengamankan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dengan jumlah sekitar 160 orang.

Ratusan PMKS itu, terdiri anak-anak terlantar, gepeng, badut pengamen, badut pengemis, anak punk, orang dengan ganggu jiwa (ODGJ), orang terlantar dan sebagainya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi, Noviarman menyampaikan PMKS yang ditangkap kebanyakan berupa anak punk, karena mereka berkelompok. Satu kelompok bisa mencapai 10 sampai 25 orang.

“Di antaranya ada anak punk di bawah umur setara murid sekolah dasar. Mereka minta-minta kepada masyarakat yang melakukan transaksi,” katanya, Jumat (16/07/2021).

Ada pula badut pengamen dan pengemis di persimpangan jalan, dekat lampu lalu lintas. Sebagian membawa anak-anak, sehingga mendorong pengendara untuk memberikan uang.

Namun, kini para badut tidak lagi terlihat beraksi di persimpangan jalan. Melainkan di toko, restoran dan cafe dengan mengajak anak-anak, serta membawa speaker musik. Padahal, di Kota Jambi belum ada dasar penertiban PMKS di lokasi semacam itu.

“Karena saat ini penertibannya berdasarkan Perda Nomor 47 Tahun 2002, dan perwal Nomor 29 Tahun 2016, yang menjadi dasar menindak PMKS beraktivitas di persimpangan jalan. Nanti ada revisi,” ujar Noviarman.

Ratusan PMKS yang dimakan Dinsos Kota Jambi, tidak hanya berasal dari Kota Jambi. Tetapi ada yang berasal dari Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, Batanghari dan sebagainya. Bahakan yanga ada yang berasal dari Palembang dan pulau Jawa.

Noviarman menjelaskan PMKS yang diamankan dan dibawa ke rumah singgah Dinsos Kota Jambi, akan mendapatkan rehabilitasi sosial dan pembinaan. Pembinaan yang dimaksud mengarah ke jasmani dan rohani yang bergantung dengan kebutuhan PMKS.

“Untuk pembinaan jasmani ini kita lakukan kegiatan olahraga, senam, kemudian gotong royong di lingkungan dinas sosial. Untuk kegiatan rohani kita melakukan pembinaan ibadah, kemudian diberikan tausyiah atau pengajian,” katanya

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Kota Jambi, Toyib mengatakan setelah mendapatkan rehabilitasi dan pembinaan, PMKS akan dikembalikan ke daerah asalnya. Karena itu, Dinsos Kota Jambi kerap mengoordinasi dinsos dari kabupaten hingga dinsos di luar Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah dinsos kabupaten yang pernah kita hubungi mereka tanggap ada tindak lanjut. Kalau di luar provinsi, seperti di Palembang, responnya bagus. Cuma kalau yang ada kalanya langsung kita antar ke sana,” pungkasnya. (Sob/Jmk)

DRadio 104,3 FM Jambi