Beranda Akses Residivis Cabul Perkosa Perempuan Disabilitas

Residivis Cabul Perkosa Perempuan Disabilitas

JAMBI, AksesNews – Tim Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi berhasil mengamankan seorang pria yang nekat melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita disabilitas.

Pelaku pemerkosaan yang diamankan tersebut yakni berinisial MA (46), warga Jelutung, Kota Jambi.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Hasan mengatakan, bahwa pelaku telah melakukan pemerkosaan terhadap korbannya yakni berinisial D (42) yang mengalami keadaan cacat fisik.

“Korban mengalami cacat pada bagian kaki dan korban sempat disetubuhi oleh pelaku di daerah Bertam, di semak-semak,” ujar AKBP Hasan Selasa (16/03/2021).

AKBP Hasan menyebutkan, bahwa korban dengan pelaku sudah saling mengenal, dimana korban bekerja sebagai pengemis sedangkan pelaku bekerja sebagai tukang ojek.

Kejadian ini bermula pada tanggal 7 Maret 2021 lalu sekira pukul 11.00 WIB. Korban sedang menunggu ojek di depan Indomaret Kebun Handil, tiba-tiba datang pelaku dan mengajak korban pergi keliling Kota Jambi, dan sekira pukul 12.00 WIB korban dan pelaku tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di daerah Bertam, Kabupaten Muaro Jambi.

“Sebelum dilakukan persetubuhan korban sempat ada paksaan, karena korban sempat berontak dan diseret sejauh kurang lebih 50 meter,” katanya.

Setelah melakukan perbuatan kejinya tersangka lalu meninggalkan korban di lokasi kejadian. Saat ini pihak kepolisian yang menangani kasus ini dalam hal ini Polda Jambi, akan berangkat ke Laboratorium Polri untuk mencari kejelasan.

“Visum sudah semuanya, rencana besok lusa akan tes DNA di Laboratorium Polri di Cipinang, untuk menetapkan sampel sperma dengan darah korban. Karena bekas spermanya berada di celana korban,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisisan, ternyata tersangka merupakan residivis kasus pencabulan pada tahun 2013, dan di penjara selama 1,5 tahun.

“Tersangka juga pernah terlibat kasus sebelumnya yakni kasus cabul di bawah umur. Pada tahun 2013 lalu dan ditahan sekitar 1,5 tahun,” katanya.

Untuk tersangka dikenakan Pasal 285 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun. (Team AJ/*)

DRadio 104,3 FM Jambi