Beranda Akses Leni Tak Pernah Menjual Medalinya: Sebagian Hilang dan Diambil Orang

Leni Tak Pernah Menjual Medalinya: Sebagian Hilang dan Diambil Orang

Saat Leni memperlihatkan medali yang sudah ia raih sewaktu masih menjadi atlet.
Saat Leni memperlihatkan medali yang sudah ia raih sewaktu masih menjadi atlet.

JAMBI, AksesNews – Mendali kemenangan yang diraih Leni Haini (44) sebagai atlet dayung, masih ada dan tidak lagi bertambah. Saat ini, mendali kemenangan miliknya tersisa belasan buah. Sisanya tidak tahu terletak di mana. Ia menduga sebagian mendali miliknya hilang dan diambil orang lain.

Namun, Leni tidak pernah menjual mendali yang ia raih. Ia sempat didorong untuk menjualnya, tapi dorongan itu tidak dituruti. Apalagi mendali miliknya tidak ada yang terbuat dari emas murni.

Namanya memang kembali naik, karena ada rumor ia berniat menjual mendali. Menurut rumor tersebut, Leni berniat menjual mendali emas demi kebutuhan pengobatan dan operasi anak bungsunya, Habibah.

Dikunjungi KONI Jambi, Leni Bantah Ingin Jual Medalinya karena Kesulitan Ekonomi

Terlepas dari rumor ini, Leni memang mengalami kesulitan untuk mengobati anak bungsunya yang mengalami penyakit Epidermolysis Bullosa (EB). Dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar untuk biaya operasi dan pengobatan Habibah.

“Kalau biaya operasi Habibah mencapai Rp 1 miliar. Kita belum bisa menyanggupinya,” ujarnya, Selasa (16/02/2021).

Di samping keterbatasan biaya, Leni masih berjuang untuk anaknya. Pengobatan dan rawat jalan ia penuhi untuk Habibah.

“Kalau pengobatan tanpa operasi, kami cukupilah. Satu kali itu bisa Rp 300 Ribu. Sementara ayahnya hanya bekerja sebagai operator pengelolaan sampah,” katanya.

Ada saja rezeki untuk pengobatan Habibah, walaupun belum dioperasi. Menurut Leni rezeki itu juga karena doa murid di sekolahnya.

Walaupun menderita penyakit tersebut, Habibah masih ingin sekolah. Namun Habibah tidak bisa ke luar rumah akibat penyakit tersebut. Karena itu pula, Leni mendirikan sekolah, sehingga Habibah dapat bersekolah tanpa keluar rumah.

“Habibah tidak bisa sekolah di tempat lain. Maka dari itu juga saya mendirikan sekolah. Selain untuk Habibah, sekolah ini juga bisa dinikmati anak-anak lain,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi