Beranda Akses 3 Tahun Ditutup, Perbatasan Nassib- Yordania dan Suriah Resmi Dibuka

3 Tahun Ditutup, Perbatasan Nassib- Yordania dan Suriah Resmi Dibuka

SURIAH, AksesNews – Setelah Tiga Tahun lamanya Perbatasan Nassib antara Yordania dan Suriah ditutup, saat ini secara resmi dibuka untuk warga sipil dan jalur perdagangan.

Seorang pejabat perbatasan di Yordania mengatakan kepada Reuters bahwa perbatasan Nassib dibuka pukul 8 pagi waktu setempat. Namun, sejauh ini belum nampak ada aktivitas lalu lintas yang padat. Hanya terlihat satu warga sipil yang menunggu untuk menyebrang.

Seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, Kantor Berita Yordania, Petra melaporkan bahwa Yordania dan Suriah sepakat untuk membuka perbatasan bagi semua orang, namun lalu lintas normal tidak diizinkan hingga beberapa hari kedepan.

“Kami sepenuhnya siap untuk menerima penumpang dan transportasi barang dan kami mengharapkan lalu lintas menjadi lambat di awal namun dalam beberapa hari mendatang, kami mengharapkan adanya pergerakan lalu lintas meningkat,” Kepala Penyeberangan Jaber, Imad Riyalat.

Diketahui, pada Juli lalu pemerintah Suriah merebut kembali wilayah di sekitar perbatasan Nassib dengan Yordania. Hal ini dilakukan selama adanya serangan udara yang didukung Suriah untuk mengusir pemberontak dari kubu mereka di Suriah. Perang Saudara di Suriah dimulai lebih dari tujuh tahun lalu.

Perbatasan Nassib ditutup pada 2015, hal ini memotong rute transit penting bagi ratusan truk sehari yang mengangkut barang antara Turki dengan Timur Tengah, dan dengan Libanon.

Rebab, jalur perdagangan darat Turki dengan Timur Tengah di selatan memang harus melewati Suriah. Padahal nilai perdagangan tahunan dijalur ini bernilai miliaran dollar.

Sejak saat itu, satu-satunya perbatasan yang masih beroperasi di Suriah adalah perbatasan dengan Libanon. Sementara perbatasan lainnya tidak berfungsi.

Dibukanya perbatasan ini juga memberi dampak positif bagi Libanon. Sebab, negara itu bergantung pada Suriah untuk melakukan perjalanan darat ke semua negara lain. Sebab, wilayah Libanon dikelilingi oleh Suriah dan Israel di selatan.

Rekaman televisi pemerintah Suriah menunjukkan sisi penyeberangan yang kosong di Suriah. Hanya ada beberapa kendaraan yang melintas. Sementara kantor berita Suriah, SANA, mengatakan bahwa pengaturan logistik untuk membuka penyeberangan telah selesai.

“Seorang warga negara Yordania mungkin berangkat ke Suriah dengan mobil mereka sendiri atau sebagai penumpang. Kargo dari Yordania juga diizinkan untuk berangkat ke Suriah dengan perjanjian antara Yordania dan Suriah,” kata Petra.

Petra mengatakan bahwa warga Suriah yang memasuki Yordania harus lebih dulu mendapatkan izin keamanan dari pemerintah Yordania.

SUMBER: CNN Indonesia

DRadio 104,3 FM Jambi