Beranda Akses Melihat Potensi Arung Jeram Tanjung Meranti di Sarolangun

Melihat Potensi Arung Jeram Tanjung Meranti di Sarolangun

JAMBI, AksesNews – Arung Jeram Tanjung Menanti boleh jadi merupakan objek wisata kebanggaan masyarakat Jambi. Aliran sungai yang terletak di Desa Sungai Keradak, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi itu pernah menjadi lokasi perlombaan tingkat nasional pada tahun 1993 dan 2001.

“Semenjak ada dana desa, masyarakat berpikir punya kewenangan untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Kita selalu mendorong dengan keterbatasan anggaran kami melalui Pokdarwis,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Sarolangun, Idrus, Kamis (15/07/2021).

Ada satu perahu karet yang disediakan pengelola di lokasi wisata itu. Dinas Parpora Sarolangun meminta pihak pengelola agar membeli satu buah lagi perahu untuk arung jeram. Sehingga Arung Jeram Tanjung Menanti lebih banyak fasilitasnya.

Sedangkan untuk event arung jeram di sana, jaraknya mencapai 6 kilometer. Hal ini menjadi tantangan di lokasi wisata itu.

Selain sebagai lokasi wisata olahraga ekstrim, kata Idrus, sungai tersebut juga menjadi lokasi untuk rekreasi bagi keluarga. Berbagai kalangan wisatawan dapat bermain air di sana.

“Untuk keluarga di lokasi itu ada juga yang tidak ekstrim. Ada spot untuk keluarga. Kita ambil jarak pendek saja, agar bisa mengunakan ban dalam renang,” ujarnya.

Bahkan akses menuju Arung Jeram Tanjung Meranti, memiliki sejumlah titik lokasi wisata. Dari pusat kecamatan Batang Asai (Sarolangun) menuju Desa Sungai Keradak yang berkisar 17 hingga 18 kilometer, dapat dilalui dengan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Saat ini Dinas Parpora Sarolangun, kata Idrus, fokus mendorong masyarakat melalui pokdarwis, dan perangkat desa atau pengelola agar mengembangkan Desa Sungai Keradak yang memiliki banyak potensi wisata.

Para penduduk dapat menyediakan tempat camping dan homestay di rumah-rumah. Sebab, wisatawan kerap melakukan camping.

“Masyarakat juga sudah membuat gasebo untuk para wisatawan yang sudah camping di luar. Bagi yang ingin menginap di homestay ada beberapa rumah yang kades bilang dapat menjadi homestay,” pungkasnya.

Jika objek wisata di sana berkembang, masyarakat akan mendapatkan efek positif, seperti keuntungan dari para wisatawan. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi