Beranda Akses Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Terancam Molor Imbas Corona

Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Terancam Molor Imbas Corona

Kepala Dishub Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra. Foto: Bahara Jati/AksesJambi.com
Kepala Dishub Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra. Foto: Bahara Jati/AksesJambi.com

JAMBI, AksesNews – Nasib pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung yang menjadi prioritas utama Jambi Tuntas 2021 terancam molor. Pasalnya, pembangunan yang telah berlangsung lama ini belum juga terselesaikan.

Padahal, saat HUT Provinsi Jambi ke-63 tahun 2020 ini, Gubernur Jambi Fachrori Umar telah menandatangani surat Pernyataan Kesepakatan Percepatan Pembangunan Kawasan Ujung Jabung dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jambi tanggal 6 Januari 2020 lalu.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menempatkan Pelabuhan Ujung Jabung menjadi prioritas utama pada tahun 2021,” kata Gubernur Jambi, Fachrori Umar saat itu.

Pembangunan Ujung Jabung Jadi Kado Ulang Tahun Jambi 2020

Apa lagi hingga saat ini, belum ada disebutkan secara pasti berapa nominal anggaran pembangunan proyek prioritas Jambi Tuntas 2021 ini. Namun, proses perencanaan masih terus berjalan secara bertahap.

Belum lagi di masa Pandemi virus Corona (Covid-19) ini, sejumlah proyek di Jambi ikut terdampak terhadap pembangunan infrastruktur, yang salah satunya, yakni proyek pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra mengatakan pembagunan di sisi darat atau jalan sudah hampir terselesaikan semua, namun masih ada beberapa titik timbunan yang harus diselesaikan.

“Seharusnya pembangunan tersebut dapat diselesaikan akhir tahun 2020 ini, tetapi dampak Covid-19 dan adanya refocusing anggaran, ini masih dilihat dulu ke depannya,” kata Varial Adhi, Rabu (15/07/2020).

Pelabuhan Ujung Jabung Tetap Menjadi Prioritas PUPR Jambi

Menurutnya, Pemprov Jambi mengestimasi pembangunan pelabuhan di Timur Pulau Sumatra itu bisa selesai akhir tahun 2020 ini, tetapi masih ada hambatan.

“Karena refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, kita belum tahu pasti apakah masih ada anggaran untuk menyelesaikan pembangunan ini,” tambahnya.

Dengan demikin, kata Varial Adhi, pengerjaan infrastruktur pelabuhan tersebut dipastikan molor dari perencanaan awal. Untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan itu, setidaknya masih dibutuhkan anggaran Rp 160 miliar hingga bisa beroperasional dengan baik.

“Mudah-mudahan ini segera dapat terlaksana dan segera diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi