Beranda Akses Jaga Keindahan Kota, Puluhan Lapak PKL di Sekitar Gentala Arasy Ditertibkan

Jaga Keindahan Kota, Puluhan Lapak PKL di Sekitar Gentala Arasy Ditertibkan

JAMBI, AksesNews – Para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar kawasan Gentala Arasy, Kota Jambi ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Senin, 15 Februari 2021, demi menjaga keindahan kota.

Setidaknya ada sekitar 50 an pedagang yang berada di kawasan tersebut yang ditertibkan siang tadi, Senin (15/02/2021). Tampak, sejumlah perlengkapan dagang para PKL diangkut petugas ke dalam truk yang sudah disiapkan.

Bahkan, sejumlah pedagang mengaku tak mengetahui adanya penggusuran hari ini. Penertiban ini merupakan amanat Peraturan Gubernur No. 14 tahun 2019, tentang ketertiban umum.

Selain itu, Perda Kota Jambi No. 47 tahun 2002 tentang ketertiban umum dan Perda No. 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan PKL, sejumlah aturan tersebut yang mendasari penertiban PKL ini.

Kepala Satpol PP Kota Jambi, Mustari, mengatakan, tujuan penertiban ini adalah untuk menciptakan Kota Jambi yang tertib. Pemerintah tak melarang PKL untuk berjualan, namun ada aturan yang harus diikuti.

“Kita mengatur waktunya, kita juga sudah berkomunikasi dengan PKL untuk waktu berjualan yang diperbolehkan dari jam 4 sore hingga malam jam 11 dan sudah harus steril semua,” kata Mustari.

Selain itu, Mustari juga mengatakan jika sudah seharusnya lokasi itu ditata sebaik mungkin. Berhubung saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, PKL juga diminta menyediakan masker bagi pengunjung yang tidak memakai masker.

Kawasan Gentala Arasy Harus Steril dari Pedagang saat Siang Hari

“Kami akan selalu memantau kondisi tempat yang memang menjadi objek wisata. Para pedagang diberi tenggat waktu hingga besok untuk membawa pulang dagangannya saat selesai berjualan,” tambahnya.

Selain itu, para pedagang diminta untuk menyiapkan tempat sampah agar lebih mudah diangkut oleh petugas kebersihan. Sekalipun para pedagang ditarik retribusi parkir dan kebersihan, kata Mustari, retribusi itu sudah kewajiban. (Bjs/*)

DRadio 104,3 FM Jambi