Beranda Akses Didominasi Kaum Milenial Usia Produktif, 392 Orang Tewas Akibat Lakalantas di Jambi

Didominasi Kaum Milenial Usia Produktif, 392 Orang Tewas Akibat Lakalantas di Jambi

JAMBI, AksesNews – Pada era Millenial ini, lalu lintas sudah menjadi hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara. Oleh karena itu, tentunya ini menjadi salah satu program prioritas dalam rangka meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas secara nasional.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M. Dianto, saat menghadiri Rakor Millenial Road safety Festival dengan tema Mewujudkan Generasi Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang, di Ruang Mayang Mangurai, Rumah Dinas Walikota Jambi, Rabu (06/02/2019) pekan lalu.

“Kegiatan ini melibatkan generasi millenial yang sebagian besar dari kalangan remaja dan mahasiswa. Keterlibatan kaum millenial tentunya dirasa penting sebab secara nasional korban kecelakaan lalu lintas banyak dialami oleh usia produktif, yaitu usia 15- 38 tahun,” kata Sekda.

Sekda juga menyatakan bahwa sebagai salah satu Provinsi yang tingkat kecelakaan tinggi, kegiatan ini dapat memupuk sikap disiplin dan tertib berlalu lintas di kalangan kaum millenial sehingga akan terwujud generasi emas bangsa Indonesia sebagai pengguna jalan yang berkeselamatan.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Didik Mulyanto mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan pengguna jalan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan tentunya untuk meningkatkan budaya tertib berlalulintas.

“Kesemuanya itu, dimaksudkan untuk menekan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan. Sudah banyak upaya yang kita lakukan guna memberikan kesadaran dalam berkendara, seminar sudah selalu kita lakukan, tetapi tidak memberikan efek,” katanya.

Lanjutnya, banyak sekali korban kecelakaan yang berusia 17 tahun berarti ada anak-anak kita disana, dan pada akhir 2018 ini korban kecelakaan di Jambi sudah 1.251 dan jumlah meninggal dunia 392 orang, dan kecelakaan ini didominasi oleh kaum muda yang masih produktif.

“Jika kita masih cuek, maka pada akhir 2019 ini bisa menembus angka 2.500 korban dan korban meninggal bisa mencapai 425 orang, ini saya bukan meramal tetapi dihitung berdasarkan data kenaikan setiap tahunnya. Untuk itu, kita mesti mencegah hal ini dengan memberikan edukasi terutama kepada kaum millenial,” pungkasnya. (Bahara Jati)

DRadio 104,3 FM Jambi