Beranda Akses Penuhi SOP, Sekolah di Batanghari Boleh Belajar Tatap Muka

Penuhi SOP, Sekolah di Batanghari Boleh Belajar Tatap Muka

Kasi Kurikulum dan Penilaian Dinas PDK, Irsil Syarif S.Pd
Kasi Kurikulum dan Penilaian Dinas PDK, Irsil Syarif S.Pd

BATANGHARI, AksesJambi.com – Berdasarkan rapat koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19, Pemkab Batanghari melalui melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK), Kabupaten Batanghari akan segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas PDK Kabupaten Batanghari Agung Wihadi, nomor 421/107/DD/PDK/2021 tertanggal 15 Januari 2021. Surat edaran Dinas PDK Batanghari tentang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka tanggal 28 Desember 2020 nomor 421/3378/DD/PDK/2020, dan surat Dinas PDK Batanghari tentang ralat edaran tanggal 4 Januari, nomor 421/07/DD/PDK/2021.

“Hasil rapat koordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Batanghari, tanggal 13 Januari 2021 tentang kesiapan PTM,” ucap Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Irsil Syarif, Jumat (15/01/2021).

Dikatakan Irsil Syarif, PTM untuk semua satuan pendidikan yang dinaungi Dinas PDK Batanghari ialah PAUD/TK, SD Negeri/Swasta dan SMP Negeri/Swasta, dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2021 dengan ketentuan.

“PTM tetap mematuhi Protokol Kesehatan dan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang telah diterbitkan pada tanggal 28 Desember 2020. Membentuk Satgas Covid-19, dapat melibatkan orang tua peserta didik, diketuai Kepsek dan diwakilkan Komite serta para majelis guru,” jelasnya.

“Selalu berkoordinasi dengan gugus tugas atau puskesmas tentang PTM dalam pencegahan Covid-19, kepala sekolah atau Ketua gugus tugas sekolah menyampaikan kepada wali murid untuk tidak mengizinkan anaknya untuk datang ke sekolah apabila dalam kondisi sakit demam, pilek dan batuk,” sambung Irsil Syarif.

Dikatakannya, kegiatan PTM ini diperbehkan tetapi tidak bersifat wajib. Sekolah harus memperhatikan situasi tingkat penularan Covid-19 di wilayah sekitaran sekolah tersebut.

“Dinas tidak bisa memaksa sekolah untuk buka, tetapi dinas bisa menutup kegiatan PTM jika penularan Covid-19 di wilayah tersebut meningkat. Karena keselematan adalah yang diutamakan,” sambungnya.

Dilanjutkan Irsil Syarif, bagi guru dan peserta didik yang baru pulang dari luar kota, tidak melakukan PTM selama 15 hari. Apabila satuan pendidikan tidak mengikuti SOP yang ditentukan maka sekolah tidak bisa melaksanakan PTM.

“Jadi edaran ini harus benar-benar untuk diperhatikan oleh setiap sekolah, masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” pungkasnya. (ANI)

DRadio 104,3 FM Jambi