Beranda Akses Rupiah Melemah, Harga Karet Menguat

Rupiah Melemah, Harga Karet Menguat

BATANGHARI, AksesJambi.com – Dengan anjloknya rupiah yang terjadi saat ini, justru membuat harga komoditi Petani Karet sedikit mengalami kenaikan. Perlu diketahui, di Provinsi Jambi sendiri mayoritas penghasilan penduduknya berasal dari petani, salah satunya yaitu Karet.

Namun, dengan kabar buruk yang sama-sama kita ketahui bersama bahwa Rupiah yang saat ini sedang melemah, tidak begitu mempengaruhi terhadap sektor pertanian salah satunya untuk para Petani Karet yang harganya cendrung menguat.

Hal ini dirasakan oleh Suparmah (50), warga RT 03, Desa Singkawang, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari yang kesehariannya hanya seorang Tani penyadap karet, ia mengatakan untuk di Bulan ini harga karet lumayan stabil dan normal di bandingkan dengan harga sebelumnya.

“Benar memang sedikit naik hargonyo dari pada Minggu kemarin, kalau kemarin kito nimbang thu hargonyo cumak Rp 8.000 an, kalau sekarang ni sudah naik Rp 200 perak jadi hargo tadi nimbang tu Rp 8.200 perak,” jelasnya, Jumat (14/09/2018).

Hal serupa juga dirasakan oleh Karsan (48), Warga Desa Singkawang yang juga merupakan Petani Karet dan Sawit, ia juga mengatakan untuk sekarang ini harga sawit dibandingkan dengan harga karet masih mahal harga karet.

“Kalau sekarang nih hargo sawitnyo memang kalah samo hargo karet, kemarin terakhir nimbang tu memang benar sekitar Rp 8 ribuan hargo karet thu,” sebutnya.

Selain itu, ia berharap, harga komoditi karet dan sawit selalu naik, sebab kebutuhan mereka setiap harinya hanya mengandalkan hasil pertaniannya. “Semoga bae dak turun-turun lagi hargo nyo ni, malah kalau biso naik, apo lagi sebentar lagi kan milih presiden kito ni, jadi petani-petani kaya kami nih diperhatikan,” pungkasnya. (Abd)

DRadio 104,3 FM Jambi