Beranda Akses Pemkab Tanjab Barat Buka Gelar Rembuk Stunting

Pemkab Tanjab Barat Buka Gelar Rembuk Stunting

TANJABBAR, AksesJambi.com – Dalam rangka mendukung upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjab Barat menggelar rembuk stunting, di Aula Kantor Badan Percepatan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tanjab Barat, Rabu (14/04/2021).

Rembuk stunting tersebut dibuka oleh Bupati Tanjung jabung barat, Anwar Sadat, didampingi oleh Sekda Tanjab Barat Agus Sanusi, Pimpinan DPRD Tanjab Barat Ahmad Jahfar, Kapolres Tanjab barat AKBP Guntur Saputro, Dandim 0419/Tanjab Erwan Susanto, Ketua PKK serta ketua GOW. Hadir pula, dalam acara rembuk stunting tersebut, seluruh kepala OPD lingkup Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam arahannya Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, mengatakan salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan dan produktifitas kerja yang tinggi, sebagaimana yang menjadi visi berkah Mabupaten Tanjab Barat, hal ini sangat dipengaruhi oleh keadaan gizi, karena status gizi berperan penting pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Investasi berharga bangsa sebaliknya kekurangan zat gizi terutama pada balita dan ibu hamil yang mana berdampak pada kualitas kehidupan dan kemakmuran suatu bangsa di masa mendatang,” kata bupati.

Lebih lanjut Bupati Tanjab Barat mengatakan, permasalahan gizi secara nasional maupun global terutama pada anak balita dan ibu hamil masih terus meningkat. Tingginya angka kekurangan energi dan anemia pada ibu hamil serta kasus anak pada stunting dan wasting sehingga upaya menghadirkan generasi emas.

“Di Tanjung Jabung Barat sendiri berdasarkan data riset kesehatan dasar (rikeedas), memperlihatkan bahwa angka kejadian masalah gizi masih tinggi dan cendrung mengalami peningkatan. Hal ini tergambar dari meningkatnya balita stunting dari 29,6% tahun 2013 menjadi 44% tahun 2018, balita kurus/wasting dari 11,4% tahun 2013 menjadi 13,0% tahun 2018, sementara sasaran pokok RPJMN kesehatan bidang gizi adalah menurunkan angka stunting,” ujar bupati.

Lebih lanjut Bupati Anwar Sadat berharap agar seluruh perangkat daerah terkait agar bersinergi dan memberi perhatian lebih serta fokus terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan peran dan tugas masing-masing.

“Jika semua dilakukan dengan cara bersama-sama dan berkomitmen agar stunting di Tanjabbar mengalami penurunan, InsaAllah hal itu semua akan terjadi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, Andi Pada, mengatakan pencegahan stunting ini sudah dilaksanakan mulai tahun 2020 dan sudah menetapkan 10 desa fokus Stunting dan 15 Desa di tahun 2021.

“Ini kerja sama lintas sektor, kegiatan ini tidak akan bisa selesai jika hanya dinas kesehatan saja karena stunting penyebabnya lintas sektor, tentu harapan kita integrasi kegiatan program di seluruh sektor bisa menjadi hal yang sangat penting dalam rangka pencegahan stunting,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi