Beranda Akses Warga Berharap Bupati Baru Bisa Selesaikan Polemik Pedagang

Warga Berharap Bupati Baru Bisa Selesaikan Polemik Pedagang

TANJABBAR, AksesJambi.com – Pembangunan Gedung Baru Pasar Parit 1 Kuala Tungkal sampai saat ini masih menjadi polemik bagi pedagang dan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung (Tanjab) Barat.

Pasalnya, pembangunan Pasar Rakyat Kuala Tungkal yang telah diresmikan oleh Bupati Tanjab Barat, Safrial itu tak kunjung di tempati pedaganf sampai saat ini.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, bentuk lapak yang akan digunakan oleh pedagang berjualan dianggap tidak sesuai dan dinilai sangat kecil bagi pedagang.

Seperti yang diungkapkan oleh Jauhari, Pengelolah Pasar Parit 1 Kuala Tungkal, sejumlah pedagang enggan menempati bangunan pasar yang baru tersebut. Pedagang kecewa lantaran lapak yang disediakan di dalam gedung sangat kecil.

“Ini pasar tidak layak, lihat lapaknya kecil. Tujuannya bagus memang buat gedung pasar baru, tapi secara detailnya itu tidak layak. Tidak sesuai lah dengan lapak yang biasanya digunakan masyarakat, jadi pedagang tidak mau pindah,” ungkapnya, Kamis (14/01/2021).

Selain itu, Jauhari juga menungkapkan polemik lain mulai muncul lantaran ada sejumlah masyarakat yang memanfaatkan tempat di Jalan Nasional Parit 1 Kuala Tungkal untuk berjualan. Sehingga sejumlah pembeli yang biasanya belanja ke Pasar Parit 1 Kuala Tungkal, beralih membeli kesana.

“Awalnya iya dikit-dikit yang jualan disana, kemudian pembeli juga beralih kesana. Pasar Parit 1 makin sepi, nah pedagang kita berangsur-angsur juga pindah jualan ke jalan sana. Itu rumah warga yang kemudian dijadikan lapak-lapak,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan, bahwa kondisi pindahnya pedagang berjualan ke Jalan Nasional Parit 1 tersebut membuat kondisi Pasar Parit 1 sepi dari pedagang. Sehingga, menyebabkan lapak-lapak di Gedung Lama Pasar Parit 1 Kuala Tungkal terbengkalai.

“Nah, sekarang makin sepilah disini. Kebanyakan pedagang sudah pindah kesana semua,” ungkapnya.

Disisi lain, dengan kondisi tersebut, Jauhari menyesalkan tidak adanya sikap pemerintah yang tegas dalam menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Nasional Parit 1 Kuala Tungkal. Kata Jauhari, jika pemerintah bersikap tegas saja, maka Pasar Parit 1 Kuala Tungkal bisa ramai seperti dahulu.

“Sekarang gini, yang dinamakan pasar itu seperti apa? Apa di jalanan seperti itu dikatakan pasar? Itu jalan umum kan, nah ini dibiarkan seperti itu. Jadi apa gunanya dibangun ini, kalau yang sebetulnya bukan pasar dibiarkan berjualan,” tegas Jauhari.

Jauhari berharap, dengan adanya Bupati baru nantinya dapat menertibkan sejumlah pasar. Sehingga diharapkan pasar yang telah ada dan tempat yang sebenarnya pasar dapat kembali beroperasi sebagaimana peruntukannya.

“Kita berharap lah bupati baru nanti seperti apa kan. Kita berharapnya bisa tertibkan ini, jadi bangunan semacam ini tidak sia-sia. Apalagi retribusi pasar kan untuk pemkab juga, kalo yang disana (jalan) apa ada retribusinya? Kan tidak, balik-balik kan untuk PAD Pemkab,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi