Beranda Akses Seorang Petani di Batanghari Cabuli Anak di Bawah Umur

Seorang Petani di Batanghari Cabuli Anak di Bawah Umur

BATANGHARI, AksesJambi.com – Polres Batanghari kembali meringkus pelaku pencabulan, kali seorang petani berinisial AS (24) warga Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, harus rela menginap di Hotel Rodeo.

Pasalnya, dirinya nekat melakukan tindakan pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Perbuatan AS tersebut terungkap, saat orang tua korban kehilangan putrinya selama satu minggu mulai dari 25 Desember 2020 lalu.

Kemudian, orang tua korban berusaha mencari keberadaan korban. Seteleh keberadaan korban diketahui berada di Taman Remaja Kecamatan Muara Tembesi, orang tua korban langsung menjemput korban dan menanyakan kepada korban dengan siapa dirinya pergi selama satu minggu tersebut.

Korban akhirnya menjelaskan kepada orang tuanya, bahwa dirinya pergi bersama AS dan juga menceritakan kalau dirinya telah disetubuhi oleh AS sebanyak satu kali di rumah teman AS.

Mendengar pengakuan tersebut, orang tua korban tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batanghari pada 7 Januari 2021.

Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Piet Yardi melalui Kanit PPA Ipda, Alzoeby saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, benar telah terjadi tindakan pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan pelaku sudah kita amankan,” kata Kanit PPA Polres Batanghari IPDA Alzoeby, Kamis (14/01/2021).

Dikatakan Alzoeby, modus yang dilakukan pelaku kepada korban dengan cara mengajak korban jalan-jalan ke Taman Remaja, Kecamatan Muara Tembesi pada Jumat 1 Januari 2021 sekira pukul 16.00 WIB.

“Setelah itu, pelaku mendapatkan kabar kalau rumah temannya dalam keadaan kosong. Selanjutnya, pelaku mengajak korban ke rumah temannya tersebut,” ujarnya.

Disebutkan Alzoeby, setelah sampai di rumah temannya tersebut. Pelaku mengajak korban untuk duduk-duduk terlebih dahulu, sebelum menjalankan aksi bejatnya.

“Pelaku sempat mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun korban sempat menolak, tetapi pelaku tidak kehilangan akal, ia merayu dan akhirnya memaksa korban untuk melakukan hubungan badan, dan berjanji apabila korban hamil ia akan bertanggung jawab,” terangnya.

Dilanjutkan Alzoeby, untuk kronologis penangkapan AS dilakukan oleh pada 9 Januari 2021 setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban pada 7 Januari 2021.

“Pelaku kita tangkap di kediamannya saat sedang sedang tidur dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan,” sebutnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenai pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. (ANI/*)

DRadio 104,3 FM Jambi