Beranda Akses Takziah ke Korban Karhutla, Camelia: Pemkab Batanghari Telah Gagal

Takziah ke Korban Karhutla, Camelia: Pemkab Batanghari Telah Gagal

BATANGHARI, AksesJambi.com – Camelia Puji Astuti turut takziah di rumah duka korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yakni di kediaman Almarhumah Suparmi, yang beralamat di RT 08, Desa Matagual, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi, sekira pukul 19.46 WIB, Jumat (13/09/2019) malam.

Kedatangan ibu dua orang anak ini tepat di saat keluarga Almarhumah dan warga setempat sedang melaksanakan Tahlil dan doa bersama untuk korban. Setibanya di kediaman korban, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batanghari terpilih ini langsung mendatangi keluarga korban dan bergabung bersama warga.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, telah terjadi kebakaran hebat di Desa Mata Gual, Kec. Batin XXIV. Kebakaran yang melahap puluhan hektar hutan dan kebun warga tersebut hingga memakan korban jiwa.

Korban meninggal dunia adalah bernama Suparmi, warga Desa Mata Gual. Meninggalnya Suparmi di saat sedang berusaha memadamkan api yang melahap kebun miliknya. Naas pada saat bersamaan korban tertimpa pohon tumbang yang mengenai bagian tubuhnya. Hingga korban meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dalam takziahnya, Camelia turut berduka kepada keluarga korban dan juga menyampaikan agar kejadian ini merupakan kejadian terkahir dalam bencana kebakaran di Jambi. “Saya sangat prihatin atas telah jatuhnya korban dalam kebakaran yang terjadi di Desa Mata Gual. Saya berharap semoga almarhumah menjadi korban jiwa terkahir,” harap Camelia.

Selain itu, Camelia turut mendoakan korban, agar Almarhumah Suparmi diterima dengan baik di sisi sang pencipta serta semoga diterima segala amal kebaikan korban semasa hidupnya. “Semoga Almarhumah Husnul Khotimah, serta ditempatkan yang layak disisinya,”tutur Camelia lagi.

Selain itu, Camelia juga sempat menyampaikan protes dan kekecewaanya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari. Menurutnya, Bupati Batanghari Syahirsah telah gagal dalam mempersiapkan segala kemampuan daerah untuk mengantisipasi penanggulangan bencana, terutama bencana kekeringan dan Karhutla ini. Semestinya kebakaran yang terjadi hampir setiap tahun di Jambi menjadi fokus pemerintah untuk menyelesaikanya.

“Harusnya pemerintah punya regulasi detil berkaitan kesiapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor human error (akibat ulah manusia, red). Kita bicara tentang pos pemadam kebakaran yang harusnya diadakan di delapan kecamatan yang ada di Batanghari. Pemerintah juga bisa meminta kepada pihak perkebunan dan pertambangan swasta untuk ikut bertanggung jawab berkaitan dengan sarana penanggulangan kebakaran ini. Ini bukan hal yang sulit kok, asal pemerintah betul-betul serius memikirkan masyarakat dan daerahnya,” desak anggota Dewan Batanghari ini.

Apalagi tambahnya, kebakaran hutan dan lahan hingga september 2019 ini sudah menyebar di 8 (delapan) kecamatan yang ada di Batanghari serta sudah melahap ratusan hektar hutan dan lahan warga. “ketika ada korban meninggal, ini sudah menjadi wacana darurat bencana,” tutupnya. (Bjs/Bob)