Kisah Korban Begal di Tanjab Barat yang Dijadikan Tersangka, Kini Kasusnya Dihentikan

JAMBI, AksesNews – Korban pembegalan yang terjadi di kawasan Jalan STUD Taman Raja, kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, kini kasusnya bakal dihentikan polisi.

Fiki Harman (20), korban pembegalan itu telah ditahan polisi sejak 3 Mei 2024 lalu. Ia disangkakan pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP terkait penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa seseorang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira mengungkapkan, pihaknya akan menghentikan kasus tersebut.

Menurutnya, dari proses penyelidikan dan penyidikan lanjutan yang diasistensi oleh Ditreskrimum Polda Jambi, ditemukannya fakta dan bukti baru.

“Ada bukti-bukti baru dari kejadian tersebut. Baik pasca ataupun sebelum kejadian. Pertama, sebelum penganiayaan terjadi, kami sudah mendapatkan bukti bahwa memang dua korban ‘dua pelaku begal’ melakukan pemalakan kepada saudara FH yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Andri saat di depan awak media baru-baru ini.

Berdasarkan pandangan 2 orang saksi ahli, penyidik Ditreskrimum Polda Jambi mengambil langkah keadilan. Fiki korban begal yang sempat ditetapkan jadi tersangka, diyakini membela diri dalam keadaan terpaksa.

“Dalam prosesnya dua orang ini ‘E dan H’ melakukan pemalakan yang dicari adalah uang dengan memaksa dan memukuli adik FH. Melihat adiknya dipukuli, saudara FH melalukan perlawanan,” sebut Dirreskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira.

“FH melakukan perlawanan, setelah itu saudara E mengeluarkan senjata tajam dan mencoba melukai. Dan terlukalah saudara FH di tangan bagian kiri,” timpalnya lagi.

Di tengah-tengah duel, Fiki terdesak. Usai dilukai lawannya dengan menggunakan sajam, fiki berinisiatif mengambil sajam jenis pisau yang ia keluarkan dari dalam jok motornya. Pisau itu sehari-hari dibawa Fiki untuk keperluan bekerja di perkebunan.

“Pada saat E kembali melakukan penyerangan, akhirnya saudara FH melakukan upaya percobaan pembelaan dengan menusuk badan saudara E,” tandasnya.

Dari barang bukti dan keterangan para saksi lapangan dan juga saksi ahli, Ditreskrimum Polda Jambi menimbang bahwa pasal yang sebelumnya disangkakan kepada Fiki, yakni pasal 351 ayat 2 dan 3 KUHP itu dibatalkan. Sehingga diterapkannya pasal 49 ayat 1 KUHP yang berbunyi terpaksa melakukan perbuatan pembelaan. (Sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here