Kemenag Jambi Ungkap Alasan Biaya Haji 2024 Naik, Ini Penjelasannya

Kabag Tata Usaha Kemenag Jambi, Abdullah Saman saat diwawancarai awak media. Foto: Bahara Jati/AksesJambi.com

JAMBI, AksesNews – Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan layanan, salah satunya optimalisasi pelayanan publik berbasis digital dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kemenag Jambi melalui Kabag Tata Usaha Kemenag Jambi, Abdullah Saman, menyebutkan salah satu dari 7 (tujuh) program prioritas yang tengah digencarkan Kemenag adalah transformasi digital, yang menyentuh semua lini termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Terdapat sejumlah tranformasi digital pada bidang haji, antara lain dengan diluncurkannya PUSAKA Kemenag Super Apps yang memungkinkan masyarakat tidak hanya melakukan pendaftaran haji secara online, namun juga dapat melakukan pendaftaran untuk mengikuti seleksi petugas haji secara online.

Selain itu juga, terus dilakukan peningkatan kualitas Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) untuk pengajuan perizinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) secara online, serta penyederhanaan proses dokumen haji.

“Perekaman biometrik turut pula dilakukan secara online untuk mendapatkan visa ibadah haji, perekaman Biometrik ini bertujuan agar terdapat autentifikasi jemaah haji dan untuk mempermudah proses saat mereka keluar dari bandara Saudi,” kata Abdullah Saman, Senin (11/12/2023) kemarin.

Di samping transformasi digital, untuk musim haji tahun 1445H/2024 M terdapat kebijakan baru yaitu penerapan syarat Istitha’ah kesehatan jemaah haji sebelum pelunasan biaya haji.

Pemeriksaan kesehatan ini mencakup penilaian kesehatan mental dan kemampuan kognitif, ditambah penilaian kemampuan melakukan ADL (Activity Daily Living) secara mandiri.

“Pemeriksaan kesehatan juga akan mempertimbangkan data riwayat kesehatan jemaah yang bersumber dari rekam medis dengan mengoptimalkan penggunaan Aplikasi Satu Sehat,” jelas Abdullah Saman.

Menurutnya, Kanwil Kemenag Jambi terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, sesuai amanat UU No. 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Sejak musim haji 2022, dilaksanakan survei untuk mengetahui tingkat kepuasan jemaah haji terhadap pelayanan penyelenggara haji Provinsi Jambi, mencakup aspek petugas, pelayanan kesehatan, pelayanan akomodasi, pelayanan konsumsi, pelayanan transportasi dan bimbingan ibadah.

“Hasilnya, indeks kepuasan jemaah haji Provinsi Jambi pada 2022 adalah 82,02, atau memuaskan, dan meningkat pada 2023 menjadi 83,88, juga memuaskan,” sebut Abdullah Saman.

Tahun 2024 biaya BPIH yang disepakati Kemenag RI dan Komisi VIII DPR RI sebesar Rp 93.410.286. Calon jemaah membayar rata-rata kurang lebih sebesar Rp 56 juta dan sisanya dari nilai manfaat (subsidi).

Selain itu, beberapa alasan mengapa biaya Haji tahun 2024 mengalami kenaikan, adalah untuk memaksimalkan pelayanan terhadap jemaah haji. Salah satunya, peningkatan pelayanan konsumsi selama di Madinah dan Mekkah.

Tak hanya itu, alasan lainnya, Biaya penerbangan ke Arab Saudi juga mengalami kenaikan tahun depan karena terpengaruh nilai mata uang dollar AS.

“Kita masih menunggu pengumuman kuota resmi dari pusat. Namun penyelenggaraan jemaah haji tahun 2024 di Jambi sudah dipersiapkan termasuk melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan kepada calon jemaah,” ucapnya.

Abdullah Saman mengungkapkan, semua transformasi digital, kebijakan baru yang diambil, serta capaian penyelenggaraan ibadah haji perlu disosialisasikan ke masyarakat luas.

“Adapun terkait pemeriksaan kesehatan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, mereka menunggu instruksi dari menteri kesehatan pusat kapan dimulainya pemeriksaan kesehatan jemaah,” pungkasnya. (Bjs/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here