Beranda Akses Belum Setahun, Turap Senilai Rp 700 Juta di Kelurahan Mampun Ambruk

Belum Setahun, Turap Senilai Rp 700 Juta di Kelurahan Mampun Ambruk

MERANGIN, AksesJambi.com – Proyek turap di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin yang dikerjakan tahun 2020 lalu dengan menggunakan anggaran tanggap darurat kurang lebih sebesar Rp 700 juta milik Dinas BPBD Kabupaten Merangin retak-retak dan ambruk.

Proyek yang dikerjakan CV. Permana Sanjaya itu diduga syarat asal jadi. Pasalnya, belum satu tahun proyek yang menelan dana ratusan juta itu sudah ambruk ke Sungai.

Terlebih, dari keterangan tukang yang mengerjakannya jika dari awal pekerjaan tersebut niat rekanan sudah tak baik, karena sudah mengurangi besi pondasi (Cakar Ayam).

“Kami kan hanya pekerja, apa yang dikatakan memborong itu ya kami lakukan. Ada besi, tapi gak banyak sehingga proyek ini ambruk dan patah,” kata salah satu tukang yang minta identitasnya di rahasiakan, Jumat (12/11/2021).

Selain itu, katanya, bangunan tersebut juga tergantung. Menurutnya, sebelum dibangun ia sudah bicara ke rekanan jika kalau bangunan tergantung dan tidak mengunakan besi tidak ada kekuatan. Tapi, oleh rekanan disuruh mencari cara agar bangunan itu jadi meski tanpa besi pondasi.

“Terpaksa kami bangun seperti saat ini tanpa ada pondasi sesuai kehendak rekanan. Makanya bangunan itu mudah patah dan ambruk, lantaran pondasi tidak mengunakan tulang besi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CV. Permana, Sanjaya Anton yang mengerjakan proyek itu, dikonfirmasi agak menepis soal robohnya turap tersebut. Ia mengatakan, yang ambruk itu bukan bagian dalam, tetapi bagian luar.

“Sebenarnya bagunan itu bukan di lokasi saat ini, yang punya tanah tidak membolehkan dipindah ke lokasi saat ini,” jawab Anton melalui ponselnya.

Anton juga menjelaskan, bahwa proyek tersebut bukan lah dirinya yang melaksanakan melainkan Mamak Umar. Ia hanya sebatas yang punya perusahaan.

“Sayo hanya pemilik perusahaan, yang ngerjoinyo Mamak Umar, orang dekat istana,” jelasnya.

Meski demikian, kata Anton, pekerjaan tersebut sudah mendapat izin dari PPTK BPBD Merangin. Namun, Anton meminta agar jangan mempublikasikan terkait proyek yang dikerjakannya.

“PPTK yang yuruh membangun di lokasi saat ini. Tapi jangan dinaikan berita ini dulu, nanti heboh,” pinta Anton. (JON)

DRadio 104,3 FM Jambi