Beranda Advertorial Rusak Ekosistem, Fachrori Komitmen Berantas PETI di Jambi

Rusak Ekosistem, Fachrori Komitmen Berantas PETI di Jambi

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berkomitmen dan sangat serius dalam upaya memberantas penambangan emas ilegal atau biasa disebut Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Jambi, karena mengakibatkan kerusakan ekosistem dan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jambi Fachrori Umar, dalam rapat koordinasi penanggulangan kerusakan ekosistem akibat penambangan di Sungai Batanghari, di ruang Rapat Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa (12/11/2019).

“PETI di Provinsi Jambi banyak terdapat di Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo khususnya daerah pinggiran sungai dengan berbagai cara. Seperti dengan cara mendulang, menggunakan mesin dompeng dan menggunakan alat berat,” kata Fachrori.

Dampak negatif dari PETI itu, katanya sangat merugikan masyarakat, untuk itu Pemerintah Provinsi Jambi sangat serius dalam melakukan pemberantasan PETI di Provinsi Jambi.

Fachrori mengungkapkam, bentuk upaya nyata Pemerintah Provinsi Jambi dalam melakukan pemberantasan PETI adalah membentuk tim terpadu/satuan pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi lahan pada kegiatan PETI melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi Nomor: 1235/KEP.GUB/ESDM-4.2/X/2019 tanggal 30 Oktober 2019.

Pemerintah Provinsi Jambi juga melakukan sosialisasi kepada para camat dan tokoh masyarakat, terkait dampak negatif akibat PETI.

“Penggunaan logam berat merkuri sangat mengancam ekosistem di sepanjang aliran Sungai Batanghari karena adanya PETI, serta mengancam kesehatan masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Jadi kita menerbitkan SK Gubernur sebagai bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Jambi dalam memberantas PETI,” kata Fachrori.

Ia juga menjelaskan, dampak negatif kegiatan PETI ini banyak sekali, antara lain adalah penggunaan air raksa yang melebihi baku mutu dapat membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari, mulai dari hulu hingga hilir.

“Dampak lainnya adalah rusaknya ekosistem lingkungan, kerusakan lingkungan hidup dapat memicu lahan subur berubah menjadi lahan kering dan tandus. Kerusakan juga terjadi di lingkungan darat, kawasan hutan, aliran badan sungai, daerah aliran sungai, wilayah sungai serta mengganggu jalur transportasi sungai,” kata Fachrori menjelaskan.

Sebab itu, Pemerintah Provinsi Jambi katanya sangat berkomitmen memberantas PETI dan pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap kegiatan PETI yang berada di Provinsi Jambi dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Terkait penggunaan merkuri pada proses penambangan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Jambi Nomor: 540.1735/INGUB/DESDM-3.2/VI/2017 tanggal 10 Juli 2017 tentang Pelarangan Penggunaan Merkuri Pada Penambangan Emas.

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan BNPB memiliki kewenangan penuh untuk berbagai upaya terhadap bahaya-bahaya terkait bencana yang akan terjadi. “Jadi kita pada prinsipnya membantu untuk mencarikan solusi dalam mencegah dan mengatasi sebuah bencana,” kata Doni.

“Kita akan menampung seluruh permasalahan yang ada karena membutuhkan waktu dalam menemukan solusi, harus adanya sinergitas yang baik dalam menyelesaikan permasalahan. Kita akan membuat nota pengantar terkait permasalahan Sungai Batanghari yang nanti akan ditandatangani oleh seluruh kepala daerah terkait, selanjutnya akan diajukan kepada Bapak Presiden,” katanya lagi.

Doni menjelaskan, permasalahan Sungai Batanghari ini bisa diatasi bersama dengan cara adanya penguatan program, keterpaduan antar pemangku kepentingan, integrasi yang kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pencegahan dan penegakan hukum secara terpadu dan keterlibatan masyarakat.

Dalam Rakor itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat beserta bupati yang daerahnya dilewati aliran Sungai Batanghari juga memaparkan dampak PETI yang terjadi di sepanjang Sungai Batanghari.

Dari Provinsi Jambi, Bupati Bungo, Wakil Bupati Muarojambi dan Wakil Bupati Tanjungjagung Timur juga memaparkan dampak PETI, serta Danrem 042/Gapu juga turut memaparkan langkah-langkah dalam mencegah dan mengatasi PETI. (Hms/*)

DRadio 104,3 FM Jambi