Beranda Akses Sidang Pembuktian Praperadilan, Ruben Hadirkan 5 Orang Saksi

Sidang Pembuktian Praperadilan, Ruben Hadirkan 5 Orang Saksi

JAMBI, AksesNews – Ubedilah alias Ruben melalui kuasa hukumnya, Pengacara Abdurrahman Sayuti, SH menghadirkan lima orang saksi dalam sidang pembuktian praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (12/09/2019).

Lima orang saksi yang dihadirkan tim penasehat hukum Ruben, antara lain RR (57), AS (18), RN (22), LT (24) JL (11). Namun, dalam sidang tersebut tim penasehat hukum pemohon, tidak mengajukan bukti surat, karena beban pembuktian surat-surat ada di Polda Jambi selaku termohon.

“Kita memang tidak mengajukan bukti surat, karena beban pembuktian surat-surat itu ada di Polda Jambi selaku termohon yang telah menetapkan klien kita sebagai tersangka,” kata Rahman selaku kuasa hukum pemohon.

Sidang lanjutan perkara praperadilan nomor 4/Pra.Pid/2019/PN Jambi, berlangsung selama empat setengah jam, yang dimulai dari pukul 09.00-12.30 WIB, diskors hingga pukul 13.30 WIB dan dilanjutkan sampai pukul 14.30 WIB.

Terkait penangkapan Ruben, Rahman yang merupakan kuasa hukum Ruben mengatakan, bahwa kliennya tak bersalah, karena kliennya tidak berada di tempat kejadian kerusuhan yang terjadi di wilayah kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) saat itu.

“Saksi-saksi kita pada pokok menerangkan, bahwa Ruben pada tanggal 13 Juli 2019 tidak berada di tempat kejadian kerusuhan. Saat itu, Ruben berangkat ke Muaro Bungo mengantar keponakannya dan baru pulang ke rumah pada pukul 21.00 WIB atau jam 9 malam,” jelasnya.

BACA JUGA: Sidang Praperadilan Terkait Kasus SMB Digelar, Ruben Gugat Polda Jambi

Menurut Rudi Halomoan, SH, yang merupakan salah satu tim kuasa hukum Ruben, dalam sidang hari ini, 35 bukti diserahkan kepada Hakim Tunggal sidang praperadilan Partono, SH, MH, untuk mendukung proses hukum yang telah dilakukan oleh termohon terhadap pemohon.

“Termohon dalam hal ini Polda Jambi, pada sidang Praperadilan hari ini telah mengajukan 35 (tiga puluh lima) alat bukti surat untuk mendukung proses hukum yang telah dilakukan oleh termohon terhadap pemohon,” sebutnya.

Untuk sidang lanjutan akan dilaksanakan pada, Jumat tanggal 13 September 2019 besok dengan agenda mendengarkan saksi-saksi dari termohon. Polda Jambi harus membuktikan segala tindakan yang telah dilakukannya terhadap pemohon. “Pemohon ini sebenarnya korban atas proses hukum yang sesat, yang sewenang-wenang,” kata Rudi Halomoan, SH salah satu tim kuasa hukum pemohon.

“Kita akan konfrontirkan keterangan saksi termohon dengan bukti-bukti surat yang sudah diajukan tadi. Kita akan maksimalkan besok, untuk membuktikan bahwa proses hukum penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka terhadap pemohon itu tidak sah,” tegas Rudi. (Bjs)