Beranda Akses Kamis Literasi, Tingkatkan Budaya Membaca Siswa

Kamis Literasi, Tingkatkan Budaya Membaca Siswa

KOTAJAMBI, AksesNews – Setelah mendapatkan pelatihan dari Tanoto Foundation tentang Budaya Baca, geliat Literasi dan Budaya Baca di SDN 131 Kota Jambi sudah menampakkan hasilnya. Kini, sekolah yang berlokasi di Jalan Kapt. A. Khatib menggunakan metode MiKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi) Tonoto Foundation.

Dalam proses mengajar dan diaplikasikan dengan bentuk Pojok Baca di setiap ruang kelas. MiKIR merupakan unsur dari pembelajaran aktif yang dikenalkan oleh Tanoto Foundation kepada berbagai sekolah mitra Tanoto Foundation. Pendekatan berusaha menjawab tantangan abad 21 dan mempraktiskan unsur 5M yang ada dalam kurtilas (Kurikulum 13).

Pojok Baca yang sudah diterapkan membawa hasil yang baik terhadap setiap murid terutama dalam minat bacanya sendiri. Selain itu, para orang tua murid pun ikut antusias dalam pengelolaan pojok baca dengan berpartisipasi mendonasikan buku bacaan bagi pojok baca di sekolah tersebut.

Kepala SDN 131 Kota Jambi, Yasir mengatakan dalam proses KMB (Kegiatan Belajar Mengajar) guru maupun murid di aplikasikan juga dengan Pojok Baca. Sekarang semua kelas sudah memiliki pojok baca, Kamis (12/09/2019).

“Pojok baca itu juga dimanfaatkan guru dan orang tua murid, dengan mengajarkan murid untuk meningkatkan budaya membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai,” ungkapnya.

Dalam mengatasi kekurangan buku bacaan, Yasir mengatakan bahwa sudah di bentuk Paguyuban Kelas yang terdiri dari orang tua murid. Disitu, orang tua murid berantusias dalam menyumbang buku yang di butuhkan sesuai dengan dunia pendidikan agar bisa dimanfaatkan murid.

Selama 15 menit membaca sebelum pelajaran di mulai, tidak akan menjadi sia-sia bagi murid, karena para guru pun memberi ruang kepada murid untuk mempersentasekan apa yang dibacakan murid tersebut, sehingga anak-anak selain dapat pengetahuan, juga melatih mentalnya untuk memaparkan hasil bacaannya di depan teman-temannya.

“Jadi anak-anak sedang menjadi pembiasaan sehingga mereka membaca dengan memilih buka apapun. Nanti guru hanya meminta tagihan kepada muridnya setelah membaca. Guru hanya meminta persentasi dari pembacanya untuk di jelaskan di depan jadi anak-anak tidak sekedar membaca tapi juga tahu apa sih yang dibacanyanya,” jelas Yasir.

Kedepannya, Yasir berharap dengan budaya baca ini merupakan sumber dari ilmu pengetahuan anak-anak dengan sendirinya bukan hanya di sekolah tapi di rumah juga akan membaca. Anak-anak juga akan menjadi cerdas pintar banyak pengetahuannya bukan hanya bukan buku pelajaran tetapi buku apapun yang bersumber masalah pendidikan boleh koran majalah dan sebagainya.

Manfaat metode MIKIR dengan Pojok Baca terhadap murid, diakui salah satu guru, Nurfaidah. Menurutnya, pada sebelumnya anak-anak kurang aktif sekarang udah mulai berani untuk bertanya udah berani untuk tunjuk tangan kemudian yang kedua mereka juga berani tampil kedepan mempresentasikan hasil diskusi mereka.

“Sekarang sudah mulai anak-anak sering bertanya lebih aktif, untuk literasi mereka juga sudah cukup meningkat. Tidak hanya 15 menit sebelum belajar saja mereka membaca, bahkan sesudah belajar pun mereka membaca,” kata Nurfaifah.

Selain itu, di dalam kelaspun tidak lagi mengatur pola duduk seperti di sekolah-sekolah pada umumnya. Di SDN 131 Kota Jambi ini menggunakan posisi duduk dengan kelompok-kelompok kecil. Tidak secara duduk permanen, dengan beberapa waktu mereka selalu berubah posisi duduk agar mereka saling mengenal dan berinteraksi lebih baik lagi.

“Dengan posisi duduk sepeti ini, mereka lebih mampu berinteraksi dan merasa senang. Dan temannya ya tidak itu saja, dengan cara berganti tempat duduk seperti ini yang pintar-pintar tidak satu kelompok saja bisa berbaur dengan yang lainnya,” jelasnya.

Nurfaidah berharap kedepannya peningkatan tidak saja yang ikut pelatihan dari Tanoto Foundation saja, tapi mungkin saja ke guru-guru yang lainnya. (Alpin)