Beranda Akses Penyelundupan Benih Lobster dan Sidat Senilai Rp 87 Miliar Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster dan Sidat Senilai Rp 87 Miliar Digagalkan

JAMBI, AksesNews – Sebanyak 570.550 ekor benih lobster dan 75.000 ekor benih sidat diamankan Ditreskrimsus Polda Jambi, di wilayah Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (11/07/2019) malam.

Diduga Benih Sidat dan Lobster tersebut, akan dikirim dari Jambi menuju Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kemudian di kirim ke Batam lalu akan di kirim ke Vietnam.

Kapolda Jambi, Irjen. Pol. Muchlis AS dalam konfrensi persnya di Mapolda Jambi, Jumat (12/07/2019) pagi, mengatakan dari hasil tangkapan tersebut kerugian negara, ditaksir mencapai kurang lebih Rp 87 miliar.

“Jenis pasir Rp 81,33 miliar dan jenis mutiara Rp 5,67 miliar, dengan jumlah benih sidat yang diamankan sebanyak 75.000 ekor yang dikemas dalam 30 dan dibagi kedalam 15 box steyrofoam, sedangkan Benih Lobster sebanyak 570.550 ekor,” jelas Kapolda.

Untuk Lobster dengan rincian 542.200 ekor jenis pasir dan 28.350 ekor jenis mutiara, yang dikemas ke dalam 2.922 kantong plastik dan dibagi ke dalam 100 box steyrofoam.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi, Ade Samsudin, bahwa benih tersebut akan di bawah ke perairan Jakarta dan Sumatera Barat.

“Akan kita bawa ke Jakarta sebagian besarnya, bukan ke Jakarta persisnya, mungkin bisa ke Karimun atau bisa ke Pengandaran nanti kita sampai dan sebagian kecil kita letak di Padang,” katanya.

Untuk benih Sidat, menurutnya bukanlah ikan yang mahal seperti Benih Lobster,. Namun, pada penjualan tetap diberi batasan dan diatur dalam regulasi.

“Sebenarnya Sidat tidak semewah Lobster. Sidat merupakan ikan biasa saja, tapi ini juga termasuk barang-barang yang juga untuk konsumsi,” tambahnya.

Dalam perdagangan Sidat, menurut Ade sifatnya boleh, namun ada batasan sama dengan Benih Lobster. Di Permen KP nomor 19 tahun 2012, dibawah 120 Gram dilarang dibawa keluar.

Dari kronologi penangkapan, pada Kamis 11 Juli 2019 sekira pukul 19.00 WIB, Ditreskrimsu Polda mendapatkan Informasi dari masyarakat. Kemudian, Personil Subdit 4 Ditreakrimsus dan Tim Satgas langsung bergerak melakukan lidik dan penyusuran jalan.

Sekira pukul 22.00 WIB, Personil menemukan 2 unit mobil yaitu 1 mobil Avanza dan 1 unit Mobil Truk warna kuning No Pol BH 8506 SM yang dicurigai membawa Benih Lobster melewati Mapolres Muaro Jambi, maka dilakukan pengejaran, dan penyekatan diback up oleh Satreskrim Polres Tanjab Barat dan Polres Tanjab Timur.

Sesampainya di Simpang 35 Desa Bukit Baling, Kecamatan Sakernan, Muaro Jambi maka dilakukan pencegatan dengan cara memberhentikan mobil Truk. Namun kemudian Mobil Truk tersebut, berhasil melarikan diri kearah Tungkal.

Kemudian, kembali dilakukan pengejaran mobil Truk hingga sekira pukul 23.00 WIB mobil Truck tersebut di lorong Blok Aseng Desa Sei.Toman, Kecamatan Mendahara Ulu, Tanjab Timur, mobil Truk tersebut berhenti dan Sopir serta Kerneknya tak ada lagi di tempat.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih belum menemukan pembawa kendaraannya. Jadi truk ditinggalkan saja di daerah Mendahara. Diketahui, truk tersebut berasal dari Jambi, Polisi masih menelusuri dan akan melakukan pengembangan kasus. (Bahara Jati)